Jaga NKRI, BEM PTNU Sepakati Tolak Paham Radikalisme

oleh -

Semarang,- Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) menggelar seminar bertajuk “Meneguhkan Peran PTNU Dalam Menangkal Radikalisme dan Terorisme” di Kampus Kedokteran Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas), Kemarin (27/04/2018).

Maraknya isu radikalisme di kalangan pelajar maupun mahasiswa tidak bisa diabaikan begitu saja oleh seluruh elemen mahasiswa. Hal ini disadari bahwasanya gerakan para radikalis banyak menyerang di kalangan pelajar dan mahasiswa. Maka dari itu, BEM PTNU se-Nusantara menyatakan pada seminar tersebut, ini sebagai landasan bagi mereka untuk bekerjasama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) dalam gerakan deradikalisasi bagi pelajar dan mahasiswa.

Kepala BIN Budi Gunawan di seminar yang digelar BEM PTNU terkait dengan menolak paham radikalisme dan terorisme

Kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan rangkaian kegiatan Kongres BEM PTNU se-Nusantara ke-VI. Seminar digadang sebagai isu utama gerakan kader NU dalam menjaga keutuhan NKRI dari bahaya laten radikalisme. Menurut Presidium BEM PTNU, Bustomi Aftoni, adanya keprihatinan mahasiswa PTNU atas situasi keamanan nasional terhadap paham radikal yang kian menyasar mahasiswa dan pelajar dalam menyebarkan idiologi anti Pancasila menjadi dasar utama aksi tersebut.

Baca Juga:  Pemerintah Upayakan Pembebasan 7 WNI Yang Disandera Lagi Oleh Abu Sayyaf

Bustomi menegaskan, “Intoleransi bukanlah budaya bangsa Indonesia, sehingga segala bentuk radikalisme tidak sesuai dengan idiologi bangsa” kata dia. “Mahasiswa sebagai generasi penerus, khususnya dari kalangan PTNU yang sejak dini telah dibekali paham Aswaja diharapkan mampu menjadi pelopor untuk menolak dengan tegas paham tersebut”, imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh rektor Unwahas, Prof. Dr. KH. Mahmutarom HR, “Jauh sebelum organisasi NU berdiri, para ulama telah membentengi warganya dari paham radikalis dengan Aswaja,” kata Muhtarom, “Selain itu, kesamaan misi kebangsaan antara BIN dan PTNU menjadi modal utama dalam membangun kerjasama kedepan dalam mengawal isu-isu seperti ini,” tegasnya.

Baca Juga:  Hendropriyono: Budi Gunawan Jadi Kepala BIN karena Politik

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 500 orang perwakilan dari BEM PTNU se-Nusantara, para tokoh agama, akademisi, pemerintah, dan BIN, sepakat mengajak masyarakat umum secara bersama menolak gerakan radikalisme dan terorisme dengan merumuskan empat poin utama yang tertuang dalam Deklarasi Kongres Bem PTNU. Yakni,

1. Menolak dengan tegas segala bentuk radikalisme dan paham-paham ekstrim lainnya,
2. Mengajak seluruh komponen bangsa untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran faham dan gerakan Radikalisme, Terorisme dan Ideologi yang bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945,
3. Menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai ajaran Islam Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja) Nusantara yang moderat, menghargai kemajemukan dan penerus budaya dan bangsa
4. Menjadikan PTNU sebagai pusat kaderisasi paham kebangsaan
(sorotindonesia.com/arh/al)

Comments

comments