JAKARTA, sorotindonesia – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi merilis hasil analisis terkait gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 yang berpusat di darat di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Analisis tersebut memastikan bahwa gempa dipicu oleh pergerakan sesar aktif di wilayah tersebut.
Dalam keterangan resminya pada Kamis (21/8/2025), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menyatakan bahwa sumber gempa berasal dari aktivitas sesar naik pada zona Sesar Baribis yang lokasinya melintasi kawasan selatan Jakarta hingga Bogor.
Badan Geologi juga menjelaskan, guncangan gempa berpotensi terasa lebih kuat di beberapa area karena kondisi geologi setempat. Wilayah sekitar pusat gempa tersusun atas batuan sedimen, batuan gunungapi Kuarter, dan endapan aluvium yang relatif lunak. Keberadaan jenis tanah lunak (Kelas D dan E) ini dapat memperkuat atau mengamplifikasi guncangan gempa.
Guncangan gempa dilaporkan dirasakan cukup kuat dengan skala intensitas III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity) di Bekasi, yang berarti getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Sementara itu, di wilayah Purwakarta, Jakarta, Depok, Cikarang, hingga Bandung, guncangan terasa pada skala III MMI, di mana getaran terasa nyata seakan-akan ada truk yang melintas.
Meskipun getarannya terasa di banyak wilayah, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat kejadian tersebut. Badan Geologi juga memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami karena pusatnya berada di darat.

