Budi, sapaan akrabnya, juga mengungkapkan kebijakan Pemkot Semarang yang menjadikan kesehatan dan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan daerah.
“Program di bidang kesehatan dan pendidikan menjadi prioritas Pemkot Semarang karena kalau warga kota Semarang sehat dan pintar, berilmu. Maka pembangunan di kota Semarang berjalan dengan lancar,” tuturnya.
Oleh karena itu dirinya meminta agar komite PAUD bisa meluangkan waktu untuk memberikan masukan dan membuat program yang terbaik bagi anak di sekolah agar memiliki ilmu dan etika sebagai bekal hidup di masa depan.
“Mari sumbangkan tenaga dan pikiran untuk.mengembangkan pendidikan untuk menyiapkan anak-anak menjadi generasi emas di masa mendatang,” ajaknya.

Sebelumnya, Kapala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Dr. Bambang Pramusinto, SH, SIP, MSI, memaparkan berbagai program Pemkot Semarang di bidang pendidikan. Yakni: Program Sekolah Swasta Gratis bagi anak dari keluarga kurang mampu di sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan Pemkot Semarang.
Selanjutnya, program Gerbang Harapan, yaitu bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa yang membutuhkan melalui skema gotong royong, baik dalam bentuk orang tua asuh maupun CSR. Hal ini, kata Bambang, termasuk study wisata.
“Sekolah boleh mengadakan studi wisata, tapi teknis penganggaran yang harus diatur dengan baik, jika ada yang keberatan bisa disikapi dari CSR,” terangnya.
Kemudian, program Semarang Mendidik, sebuah inovasi pendidikan terpadu yang melibatkan berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang kuat.
Pemkot Semarang juga menerapkan pendidikan dalam menjaga kebersihan lingkungan yang diberi nama GESIT (Gerakan Sisa Sampah Jadi Berkah): Melalui ini, anak dididik untuk memilah, mengolah, dan membuat produk inovasi dari sampah. (qq)






