Budiyanto Minta Semua Pihak Menahan Diri dan Mencari Solusi Agar Perundungan Siswa di Semarang Tidak Terulang

oleh -
Ketua DPKS Dr Drs Budiyanto, S.H, M.Hum. [FOTO: dok.]

SEMARANG – Ketua DPKS Dr Drs Budiyanto, SH, M.Hum., meminta berbagai pihak bersikap menahan diri dan tidak larut dalam suasana emosional. Hal itu, menurutnya dapat mendukung upaya mencari solusi agar kasus perundungan siswa (bullying) tidak terulang. Sebab, kasus tersebut hendaknya dapat dijadikan pembelajaran bagi para pemangku dan pelaksana kebijakan pendidikan.

“Setelah tim DPKS melakukan monitoring dan bertemu dengan kepala satuan pendidikan bersama para guru, diperoleh informasi bahwa latar belakang atau hal yang menjadi penyebab terjadinya kasus (perundungan) itu sangat kompleks sekali,” kata Budiyanto dalam siaran persnya di Semarang, Sabtu (28/5/2022).

Faktor lingkungan tempat tinggal, lanjutnya, sangat berpengaruh dalam pembentukan sikap dan karakter peserta didik. Selain itu, faktor kondisi keluarga pun turut mempengaruhinya sehingga sampai muncul kasus itu.

Bahkan, lanjutnya, bisa jadi karena faktor kebijakan penangangan Covid-19 di ranah pendidikan juga turut andil, terlalu panjangnya masa pembelajaran di rumah menjadikan peserta didik sangat minim dalam memperoleh keteladanan dari para pendidik di lingkungan satpen (satuan pendidikan).

Budiyanto melanjutkan, hasil monitoring pada hari Jum’at (27/5) di satpen tempat peserta didik yang terlibat kasus bullying menjalani pembelajaran, akan didalami dan dikaji untuk dirumuskan menjadi beberapa poin rekomendasi yang akan disampaikan kepada walikota dan para pemangku kebijakan pendidikan di Kota Semarang.

“Belajar dari kasus ini, para pimpinan satpen bersama para guru dan masyarakat hendaknya saling mawas diri dan instropeksi karena tanggung jawab mendidik anak bangsa menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pada institusi satpen saja,” tuturnya.

Oleh karena itu, sambungnya, maka kerjasama dan komunikasi antara pemangku dan pelaksana kebijakan pendidikan bersama orangtua peserta didik dan masyarakat perlu diintensifkan untuk menutup celah-celah berkembangnya potensi kenakalan peserta didik .

Kepada para kepala satpen dan guru, Budiyanto mengimbau agar tidak mengendor semangatnya dalam berkontribusi mewujudkan satpen-satpen di Kota Semarang sebagai sekolah ramah anak yang telah dideklarasikan beberapa waktu lalu.

“DPKS mengajak masyarakat kota Semarang, sesuai dengan peran, tugas dan fungsinya tetap terus mengawal agar satpen-satpen mampu mewujudkan diri sebagai sekolah ramah anak sebagaimana yang diharapkan, ” tandasnya. (rq)

Comments

comments