SEMARANG – Warga Semarang harus kuat pemahaman nilai-nilai santri dan ekonomi. “Kita ingin santri mengusai ilmu agama, pemahaman agamanya bagus, menanamkan nilai-nilai agama yang moderat, toleran tanpa harus meninggalkan pondasi-pondasi ekonomi sehingga mereka punya basic untuk mengubah hidupnya. Jadi, kedepan kita harus galakkan santripreneur di Kota Semarang,” ucap Bakal Calon Wakil Walikota Semarang, Dr Ir H Ady Setiawan, S.H.,MH.,MM.,MT., usai acara pengajian umum dalam rangka haul ke VI Pengasuh Ponpes AT TAUHID Gayamsari Semarang Almaghfurlah KH. Muhammad Sastro Sugeng Al Haddad, BA di Komplek Ponpes AT TAUHID Jalan Gayamsari Selatan Raya, Kelurahan Sendangguwo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jum’at (17/05/2024) malam.
Pria yang pernah nyantri di Ponpes AT TAUHID Semarang di tahun 2003-2004 itu menuturkan, berdasarkan pengamatan dan pengalamanya sebagai orang lapangan, seorang santri yang pernah mengenyam pendidikan di pesantren, kondisi pondok pesantren di Kota Semarang perlu mendapat proporsi yang lebih memadai, terlebih saat ini di era digitalisasi / teknologi, tidak sedikit para pengasuh, pengelola pesantren sudah ketinggalan.
“Jika Allah memberikan amanah dan masyarakat kota Semarang mendukung, memberi kepercayaan untuk mengabdi di Pemerintah Kota Semarang, saya akan memprioritaskan peran dunia pesantren, peran-peran santri akan kita optimalkan, santri-santri kita dorong menjadi santripreneur,” ucapnya.
Direktur PDAM Indramayu itu menegaskan, santri-santri harus lebih diberdayakan, santri tidak boleh gagal dalam ekonomi, tidak boleh ketinggalan dalam ekonomi.






