Dalam 6 Bulan Tumbuh 30.000 Perusahaan Baru di Kota Bandung

oleh -
kota Bandung
Walikota Bandung saat memberikan penghargaan kepada siswa, guru dan sekolah berprestasi pada peringatan Hardiknas 2017 di Balai Kota Bandung, (2/5).

BANDUNG, Dalam kurun waktu 6 (enam) bulan, 30.000 perusahaan baru muncul di kota Bandung. Salah satu faktor pemicunya adalah kebijakan kemudahan mengurus pelayanan perijinan perusahaan di pemerintahan kota Bandung.

“Kota Bandung adalah kota pertama yang menerapkan kebijakan bisnis dibawah Rp 500 juta atau UKM tidak perlu pakai ijin. Cukup lapor via handphone”, ujar Emil, panggilan akrab dari Walikota Bandung Ridwan Kamil.

Hal itu diungkapkan Emil pada bagian sambutannya di apel peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari OTDA XXI di halaman Balai Kota Bandung, (2/5).

Kebijakan itu diambil untuk menyelaraskan dengan himbauan pemerintah pusat agar seluruh daerah memberikan kemudahan berusaha bagi kalangan dunia usaha agar infrastruktur yang dibangun bisa bermanfaat ekonomi dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Untuk perijinan lain-lain menengah keatas, dilakukan online sehingga pemohon ijin sebenarnya tidak perlu lagi datang ke kantor perijinan. Cukup upload di dari rumah atau tempat lainnya tanpa harus ketemu antara pemohon dan petugas”, urai Emil.

Itulah salah satu dari 400 produk dari inovasi smartcity kota Bandung sebagai bagian dari bentuk e-goverment.

Emil menambahkan, “Kita pada tahun 2015 di Barcelona berhasil mendapat rangking ke-3 sebagai kota smartcity terbaik di dunia”, ujarnya dan disambut tepuk tangan dari seluruh peserta apel.

Terkait desentralisasi untuk percepatan pembangunan infrastruktur dan ekonomi di kewilayahan, pemkot Bandung telah menggelontorkan anggaran Rp 100 juta kepada setiap RW. “Insya Allah infrastruktur di wilayah kita selesai 100% hanya dalam tempo 3 tahun berkat program desentralisasi PIPPK (Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan). Oleh karena itu mari kita syukuri bahwa konsep membangun di kota Bandung ini betul-betul mendekatkan diri pada masyarakat”, jelas Emil.

Program kota Bandung Kredit Melati Melawan Rentenir

Kota Bandung juga memiliki program kredit Melati (Melawan rentenir), “Sudah 13 ribu warga kurang mampu kita beri kredit, tanpa agunan, tanpa bunga berbunga, sampai Rp 30 juta/orang. Alhamdulillah per hari ini tiga ribu warga penerima kredit tersebut mengaku bebas merdeka dari rentenir”, ucap Emil yang lagi-lagi mendapat aplaus dari peserta apel. (St)

Comments

comments