Warga Sukarame Cicaheum Gotong Royong Putus Penyebaran Virus Corona

oleh -
Warga Sukarame Cicaheum Gotong Royong Putus Penyebaran Virus Corona

BANDUNG, sorotindonesia.com,- Sejak merebaknya pandemi global Covid-19, membuat pemerintah dan tokoh masyarakat berpikir keras mengantisipasi agar sebaran virus berbahaya tersebut tidak meluas.

Sebut saja seperti di wilayah Sukarame II RT 02 RW 08, Kelurahan Cicaheum, Kota Bandung. Ketua RT setempat, Dedi Supendi (61), mengatakan bahwa semenjak adanya pandemi Covid-19, pihaknya telah melakukan beberapa langkah antisipasi. Diantaranya pembentukan Posko Penanganan Covid-19 dan pembatasan akses jalan, selain imbauan protokol kesehatan.

“Virus corona ini sulit terindentifikasi keberadaan dan pembawanya. Oleh karena itu, salasatu antisipasinya kita dengan kesepakatan warga dan RW membatasi akses jalan dengan cara di portal untuk mengurangi masyarakat yang lalu lalang. Jadi, sementara hanya warga yang tinggal di sekitar sini yang boleh lewat dan memiliki kunci portal,” jelas Dedi, (29/8/2021).

Sebelumnya, lorong jalan yang diportal tersebut kerap dijadikan jalan pintas oleh pengendara bermotor dari Jalan Sulaksana menuju ke Jalan Ahmad Yani ataupun sebaliknya.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena di wilayah RT 02 RW 08 itu sendiri, pasca Lebaran 2021 ada warganya yang terkonfirmasi positif dan menjalani isoman (isolasi mandiri), bahkan ada yang meninggal dunia akibat virus corona.

“Pasca Lebaran, ada tujuh keluarga yang isoman, dan dua orang meninggal dunia. Alhamdulillah, saat ini sudah terkendali,” ungkap Dedi.

Ia tidak gamblang menjelaskan asal penularan. Namun dugaannya, penularan berasal dari kegiatan resepsi keluarga dan acara pertemuan. “Sulit mendeteksi asal penularannya dari mana, karena adanya mobilitas kegiatan,” ujarnya.

Dedi mengimbau kepada warganya untuk lebih baik tetap tinggal di rumah dan menghindari kontak atau bertemu langsung dengan orang lain selama pandemi Covid-19.

“Penanganan bagi warga yang isoman, awal-awal kita berikan bantuan berupa makanan yang berasal dari kas dan masyarakat yang peduli. Kini menyesuaikan. Kita terus berkoordinasi dengan pemerintah, aparat kewilayahan dan Puskesmas,” kata Dedi.

Diakuinya bahwa awal diketahui ada yang terkonfirmasi positif, warga sempat resah. Namun setelah ada edukasi, warga bisa bersikap tenang.

“Iya, awalnya warga resah. Jadi, kita bersama petugas dari Puskesmas dan kewilayahan menyampaikan edukasi kepada warga. Terpenting adalah tidak abai protokol kesehatan seperti memakai masker, rajin mencuci tangan, jaga jarak dan tidak berkerumun,” jelas Dedi.

Saat ditanya oleh pewarta apakah pesan yang disampaikan itu dipatuhi oleh warga? Dedi hanya menjawabnya dengan senyuman. Tetapi seturut pantauan pewarta, warga yang lalu lalang umumnya menggunakan masker meski masih ada juga yang abai.

“Kita warga disini membentuk grup WA untuk mempermudah komunikasi dan penyampaian informasi,” pungkas Dedi.

Berbagi Makanan Kepada Warga Isoman

Salaseorang kader lingkungan Kelurahan Cicaheum yang tempat tinggalnya tidak jauh dari Posko Penanganan Covid-19 RT 02 RW 08, Mari Supriati, mengungkapkan bahwa selama pandemi ini ada warga yang menunjukan kepeduliannya untuk berbagi.

Ia sendiri menjadi relawan yang antusias tanpa pamrih mengantarkan bantuan khusus bagi warga yang sedang menjalani isoman itu di Kelurahan Cicaheum.

“Ada warga yang berkenan menyiapkan makanan siap santap untuk dibagikan kepada warga yang sedang isoman. Warga yang peduli tersebut sudah lebih dari satu kali menyiapkan bantuan tersebut, masing-masing banyaknya 110 paket,” terang Mari. Mari pun tidak berani menyebutkan donatur tersebut karena belum mendapatkan izin dari yang bersangkutan.

Pada kegiatan tersebut, Mari yang menerima dan mengantarkannya langsung kepada warga yang sedang isoman, didampingi oleh anggota Linmas.

Mari Supriati (kanan) saat menyerahkan bantuan paket makanan kepada perwakilan warga yang sedang menjalani isoman.

“Kita menerima bantuan dari warga tersebut dan berkoordinasi dengan kelurahan yang selanjutnya kelurahan meminjamkan kendaraan untuk mengantarkan makanan itu, didampingi Linmas,” terangnya.

Saat ditanya pewarta mengapa Mari berkenan memberikan sumbangsih waktu dan tenaganya untuk itu. Ia menjawab, “Alhamdulillah, saya senang karena bisa berbagi. Kondisi saat ini kita mau tidak mau harus bisa bekerjasama untuk kebaikan,” ujar ibu rumah tangga tersebut.

Ia pun mengapresiasi keberadaan Posko Penanganan Covid-19 di tingkat RT dan RW.

“Ya, tentunya saya pribadi memberikan apresiasi dengan adanya Posko di tingkat RT dan RW. Jadi, kita bisa berkoordinasi dengan cepat jika ada warga yang diduga terpapar Covid-19,” ucapnya.

Senada dengan Dedi Supendi sebelumnya, Mari pun mengingatkan warga untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan.

“Bagi masyarakat, jangan abaikan prokes, jaga kesehatan dengan tetap memakai masker, rajin cuci tangan. Karena virus corona itu ada,” tegas Mari yang juga penyintas Covid-19.

Terpisah, Harry Susanto (65), yang juga warga RW 08, mengatakan bahwa secara pribadi ia bersama keluarganya berupaya untuk manaati apa yang telah disampaikan pengurus warga dan pemerintah terkait protokol kesehatan.

“Ya, kami berupaya menaati anjuran pemerintah dalam masa adaptasi kebiasaan baru ini. Seperti membiasakan memakai masker saat beraktifitas ke luar rumah atau ke masjid. Mudah-mudahan dengan begitu bisa memutus rantai penyebaran Covid-19,” kata Harry yang telah menerima lengkap vaksin Covid-19.

Terkait dengan penutupan salah satu akses jalan, Harry juga memakluminya.

“Selama dimaksudkan untuk kebaikan bersama, saya tidak masalah, karena sifatnya sementara untuk membatasi lalu lintas warga hingga pandemi ini reda,” tandasnya.

Harry Susanto

[st]

Comments

comments