BNPB: Masyarakat Harus Tingkatkan Budaya Sadar Bencana

oleh -
Budaya Sadar Bencana

Jakarta, sorotindonesia.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengajak kepada masyarakat Indonesia untuk meningkatkan budaya sadar bencana, terutama di beberapa wilayah yang rawan akan terjadinya bencana tanah longsor.

Seperti longsor yang terjadi  pada Sabtu (1/4) lalu di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo mengingatkan kepada masyarakat betapa perlunya kesadaran terhadap bencana. Kesadaran masyarakat terhadap bencana diharapkan dapat ditingkatkan.

“Pengetahuan masyarakat Indonesia terhadap bencana sudah meningkat sejak tsunami Aceh, tapi belum jadi sikap, belum jadi perilaku, oleh karena itu budaya sadar perlu ditingkatkan,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB Jakarta Pusat, Selasa (4/4).

Pihak BNPB merekomendasikan beberapa hal untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan dari bencana lonsor, diantaranya implementasi penataan dan pemanfaatan ruang.

“Kalau kita pasang alat peringatan dini, nyatanya kita terbatas anggaran, kemudian pengelolaannya. Kuncinya adalah bagaimana penataan dan pemanfaatan ruang,” kata Sutopo.

Pada wilayah Indonesia yang memiliki banyak perbukitan dan lembah, pada lahan-lahan tersebut perlu ditanami tumbuhan yang memiliki akar yang panjang dan kuat.

“Kami mencoba mengklasifikasi tanaman lokal, selain memberikan manfaatan secara ekonomi, juga memberi manfaat kepada lingkungan untuk mengikat tanah. Ada beberapa jenis seperti Puspa, Rasamala, Huru, Surian, Bambu Manggong, dan Kayu Baros,” tuturnya.

Diharapkan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan budaya sadar bencana yang disertai upaya pencegahan, dapat mengurangi dampak dari bencara tanah longsor yang akan terjadi.

Comments

comments