Temui Dewan Pendidikan Kota Semarang, Paguyuban Pengurus Komite SMP Minta Tinjau Ulang Sistem Zonasi

oleh -
Temui Dewan Pendidikan Kota Semarang, Paguyuban Pengurus Komite SMP Minta Tinjau Ulang Sistem Zonasi
Ketua DPKS, DR. Drs. Budiyanto, SH, MH., berfoto bersama rombongan paguyuban Komite Sekolah SMP di sekretariat DPKS, Gedung Moh. Ihsan Lt.1, Kompleks Balaikota Semarang. (dok)

SEMARANG – Sejumlah pengurus komite sekolah yang tergabung dalam Paguyuban Komite Sekolah SMP se-kota Semarang menemui Dewan Pendidikan Kota Semarang (DPKS) di Sekretariat DPKS, Gedung Moh Ihsan Lt.1, Balaikota Semarang, Jum’at (15/7).

Kepada DPKS, 10 orang perwakilan paguyuban tersebut menyampaikan keluhan terkait sistim penerimaan siswa baru yang selama ini menggunakan sistim zonasi agar ditinjau ulang atau diganti dengan sistim seleksi atau testing yang dirasa lebih obyektif.

“Selain obyektif, kami menilai sistim seleksi tidak menutup peluang calon peserta didik potensial untuk masuk ke satuan pendidikan (satpen) setingkat SMP yang berkualitas dan bermutu,” kata Bambang.

Menurutnya, seleksi berbeda dengan sistim zonasi. Sistim zonasi selain menutup peluang calon peserta didik potensial juga menghalangi peluang satpen yang berhasil mewujudkan proses pendidikan berkualitas bermutu untuk merekrut calon peserta didik yang potensial karena di luar zona satpen.

Sementara itu, Ketua DPKS, DR. Drs. Budiyanto, SH, MHum., yang menerima langsung rombongan tersebut mengatakan langkah sejumlah pengurus komite yang tergabung dalam paguyuban membangun komunikasi dengan dewan pendidikan sudah tepat.

“Dewan pendidikan sebagai representasi masyarakat mengemban tugas memberi saran, masukan dan rekomendasi kepada kepala daerah untuk memajukan pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di kota Semarang,” katanya.

Menurut Budiyanto, selama ini DPKS sudah melaksanakan peran dan fungsinya antara lain memberikan saran masukan dan rekomendasi kepala daerah sebagai bahan pertimbangan dalam rangka kepala daerah membuat kebijakan pembangunan di bidang pendidikan.

Masukan dari paguyuban ini, sambungnya, tentu akan dijadikan bahan dalam penyusunan materi saran, masukan dan rekomendasi bersama bahan masukan dari berbagai pihak untuk disampaikan kepada kepala daerah agar kualitas dan mutu pendidikan di Kota Semarang semakin hebat dan bisa dinikmati seluruh warga Semarang.

“Terima kasih atas masukannya, kami akan pelajari dan dalami usulan ini bersama seluruh pengurus DPKS, tentu kami akan tetap konsisten sesuai dengan posisi dan proporsi yang melekat di institusi dewan pendidikan, ” tuturnya. (rq)

Comments

comments