Badan Geologi Tanggap Awal Bencana Tanah Longsor di Ponorogo Jawa Timur

oleh -
Bencana tanah longsor

BANDUNG, sorotindonesia.com – Bencana tanah longsor melanda Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur pada hari, Sabtu (1/4/2017) sekitar pukul 06.00 Wib.

Bencana tanah Longsor ini telah menimbun puluhan rumah dan setidaknya 11 orang, namun belum dapat dipastikan berapa jumlah korban keseluruhan.

Menurut kepala Badan Geologi KESDM Ego Syahrial pada pesan pendeknya, Sabtu (1/4) sore, Longsor tersebut diduga selain dipicu oleh hujan deras dengan durasi yang terjadi sejak hari Jumat kemarin (31/3/17), juga disebabkan oleh kondisi geologi setempat.

Secara geologi, lokasi bencana terletak pada daerah perbukitan dengan lereng terjal dan tersusun dari batuan gunungapi yang bersifat urai dan banyak retakan serta menumpang pada Batuan Sedimen Tersier yg dapat membentuk bidang gelincir.

Berdasarkan pada Peta Zona Gerakan Tanah Badan Geologi, daerah bencana terletak pada Zona Kerentanan Tinggi, dimana daerah tersebut sangat berpotensi untuk terjadi gerakan tanah jika terjadi hujan dengan intensitas dan durasi yang lama serta gerakan tanah lama bisa aktif kembali.

Pada saat ini Badan Geologi juga telah mengirimkan Tim Tanggap Darurat (TD) untuk melakukan pemeriksaan, penelitian dan pemetaan untuk memberikan rekomendasi penanganan pasca bencana. Tim TD Badan Geologi ini terdiri dari 5 orang ahli yg dipimpin oleh Ir Herry Purnomo MT. Saat ini bersama BPBD Ponorogo bersama TNI, Polri, relawan dan masyarakat masih melakukan evakuasi di lokasi bencana.

Ego Syahrial mengingatkan agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat daerah tersebut berada Zona gerakan tanah tinggi dan memastikan penempatan Posko berada di daerah aman.

Comments

comments