Solidaritas Yuyun pelaku harus dihukum mati

oleh
Solidaritas Yuyun pelaku harus dihukum mati

Ratusan warga Ibukota berkumpul di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (8/5). Bukan sekadar mengikuti kegiatan car free day yang rutin berlangsung tiap akhir pekan, mereka sekaligus melangsungkan aksi solidaritas untuk Yuyun, gadis 14 tahun yang meninggal usai diperkosa oleh 14 pria tanggung.

Berdasarkan pantauan, para solidaritas yang mengenakan kaos putih ini nampak membawa beberapa spanduk sekira 300 meter yang bertuliskan #SolidaritasUntukYY dan ungkapan duka cita sedalam-dalamnya atas perkara itu. Sempat beraksi di sekeliling bunderan HI, mereka terpaksa pindah lokasi tak jauh karena dilarang oleh pihak pengamanan.

Berbondong bondong pengunjung kemudian menandatangani spanduk sebagai bentuk kekecewaan atas kasus dan berharap pelaku dihukum seberat-beratnya dan harapan agar tak ada lagi korban seperti YY di kemudian hari.

“Kami ingin mendorong hukuman seumur hidup,” kata Grace Natalie selaku Koordinator aksi Solidaritas di Bunderan HI, Jakarta Pusat, Minggu (8/5).

Grace mengungkapkan, hukuman yang harus diberikan terhadap para pelaku adalah hukuman seberat mungkin. Hal itu bertujuan agar tak terjadi kasus serupa dan menimbulkan efek jera bagi pelaku maupun masyarakat lain.

“Kita harapkan punya gaung untuk seluruh masyarakat bahwa kekerasan anak ini menjadi agenda dan prioritas,” ungkapnya.

“Ini harus diantisipasi besar-besaran pemerintah dan DPRD dan pihak yang terkait. Paling penting tuntutan sangat keras terhadap pelaku seksual. Saya kira hukuman seumur hidup yang membuat orang jera bukan hanya pelaku,” tambah Raja yang juga koordinator dalam aksi itu.

Sejumlah masyarakat pun antusias untuk menyampaikan aksi solidaritas untuk Yuyun. Mereka menuliskan tandatangan sebagai ungkapan kesedihan atas kejadian tersebut.

“Saya tadi tanda tangan. Biar biarin pelakunya di hukum mati saja,” kata Rio selaku pengunjung.

“Pemerintah ini harus gerak. Perempuan banyak ditindas. Harus ada langkah hukum yang buat semua jera,” tutup Bayu.

Kegiatan ini pun berlangsung bukan hanya di Jakarta, namun serentak diadakan di 13 kota lainnya, diantaranya Palembang, Padang, Gorontalo, Kupang, Kuningan, Makassar dan Mamuju.

sumber merdeka.com

Comments

comments