Pentas Drama “Genjer-genjer” indikasikan Munculnya Kebangkitan Komunis

"GENJER-GENJER” INDIKASI KEBANGKITAN PAHAM KOMUNIS

Indikasi kebangkitan komunis di Indonesia semakin nyata, salah satunya akan digelarnya acara Pentas Drama berjudul: “Nyanyi Sunyi Kembang-Kembang  GENJER” di Taman Ismail Marjuki (TIM) pada Sabtu 7 Mei 2016.

SII.Jakarta–Kita semua yakin bahwa jika mendengar kata GENJER-GENJER, maka langsung akan terbersit dipikiran kita masing-masing dengan peristiwa G30S/PKI 1965. Itulah fakta yang terjadi bahwa lagu GENJER-GENJER seperti sudah menjadi Icon bagi pergerakan Komunis di Indonesia sehingga pada masa paska 1965, hal itu menjadi sakral untuk dibicarakan bagi warga negara Indonesia.

Namun tidak begitu bagi para kader PKI, yang sampai saat ini mereka masih eksis dan sangat berani mengumbar aurotnya dengan memamerkan eksistensinya melalui segala bentuk kegiatan yang bernuansa KOMUNIS. Hal tersebut sengaja dilakukan oleh Kader PKI dengan tujuan untuk “Membangkitkan kembali Paham Komunis di Indonesia”.

Paska pelaksanaan Simposium Nasional tragedi 1965, segala bentuk cipta opini dan propaganda dalam rangka menyampaikan dan mensosialisasikan paham komunis semakin luar biasa dan sangat berani, mereka sudah tidak menghiraukan kembali aturan UU yang ada, khususnya TAP MPRS XXV/1966, sementara sangat jelas dan tegas dalam TAP MPRS tersebut disebutkan tentang Pembubaran PKI dan larangan terhadap paham Marxisme/Leninisme serta  segala bentuk kegiatan yang bernuansa KOMUNIS.

Pada Hari Sabtu, 7 Mei 2016 di Taman Ismail Marjuki (TIM) Jakarta Pusat, akan digelar sebuah Drama yang mengangkat judul : Nyanyi Sunyi Kembang-Kembang  GENJER. Sebagai Produser, penulis dan Sutradara acara tersebut adalah Faiza Mardzoeki. Ini sangat jelas bahwa tujuan dari acara tersebut adalah sebagai propaganda untuk mempengaruhi publik agar mendapat simpati dari seluruh masyarakat Indonesia.

Baca:   Angkatan 66, Salah Satu Kekuatan Membubarkan PKI

PROPAGANDA yang dibalut dengan sebuah kain halus yang bercorakkan SENI dan BUDAYA, menjadi alternatif bagi Kelompok KIRI dalam rangka mencari dukungan sebanyak-banyaknya terhadap berkembangnya Paham Komunis di Indonesia. Dengan cara ini publik akan terlena sehingga menganggap bahwa acara tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai PANCASILA.

Oleh karena itu, apakah hal seperti ini akan selalu dibiarkan, sementara KEBIADAPAN PKI 1948/1965, masih terngiang dipikiran kita semua sebagai Warga Negara Indonesia yang sangat Cinta Damai dalam Naungan Ideologi PANCASILA.

Apakah pelaksanaan Drama “Nyanyi Sunyi Kembang-Kembang  GENJER” di Taman Ismail Marjuki (TIM) pada Sabtu 7 Mei 2016, akan dibiarkan lewat begitu saja..??, sementara hal itu akan memicu perpecahan sesama anak bangsa.

Kalau kita sayang dengan keutuhan NKRI, maka tentunya kita semua tahu apa yang harus kita perbuat. PANCASILA sudah terancam, bahkan tidak menutup kemungkinan akan TERKOYAK dan TERGOYAH. Sementara PROPAGANDA PKI semakin MENGGILA.

Bangkitlah..!! Wahai Para Pemuda Cinta TANAH AIR.

Kami sebagai Rakyat yang sudah lanjut usia, menunggu PENGABDIANMU.

“PKI tidak boleh BANGKIT LAGI..!!”

PANCASILA harus tetap TEGAK BERDIRI di NKRI, yang bersemboyan “BHINEKA TUNGGAL IKA”

Ingat Sabtu 7 Mei 2016 di Taman Ismali Marjuki (TIM), para Kader KOMUNIS mengumbar AUROT Kebiadapan PKI.

GENJER-GENJER tidak boleh terjadi. (Satriankri.timSII)

Comments

comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.