JAKARTA, sorotindonesia.com – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap temuan awal dalam investigasi tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Ketua KNKT, Soejanto Tjahjono, menyatakan bahwa salah satu faktor yang teridentifikasi dalam tragedi tersebut adalah adanya gelombang yang cukup besar saat kejadian.
Pernyataan ini disampaikan Soejanto kepada wartawan pada Rabu (9/7/2025), sepekan setelah kapal tersebut tenggelam pada Rabu (2/7) lalu. “Informasi yang diterima KNKT dari hasil investigasi, ada faktor gelombang cukup besar pada saat tragedi tenggelamnya KMP Tunu,” ujar Soejanto.
Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa KNKT belum bisa menyimpulkan penyebab pasti dari insiden tersebut. Pihaknya saat ini masih akan mempelajari desain dan rancang bangun kapal untuk menentukan apakah kapal tersebut seharusnya mampu mengarungi kondisi gelombang pada saat itu.
KNKT telah menyelesaikan tahap pertama investigasi dengan meminta keterangan dari para penumpang dan kru kapal yang selamat, pihak perusahaan pelayaran, serta operator Pelabuhan Ketapang. “Selanjutnya kami juga akan memintai keterangan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) di Jakarta, mengenai riwayat perawatan kapal tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, data korban per Selasa (8/7) malam mencatat dari total 65 orang di atas kapal (53 penumpang dan 12 kru), sebanyak 30 orang ditemukan selamat, 10 orang ditemukan meninggal dunia, dan 25 korban lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

