Kepala Dinsos Jawa Tengah Minta Mahasiswa Bantu Pemerintah Tangani Permasalahan Sosial di Masyarakat

oleh -
Prosesi pelantikan LKS-BMh Jawa Tengah (dok)

Semarang | sorotindonesia.com – Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Harso Susilo meminta mahasiswa untuk aktif membantu pemerintah dalam menangani permasalahan sosial di masyarakat. Terlebih mahasiswa yang bersedia menjadi pengurus Lembaga Kesejahteraan Sosial Berbasis Mahasiswa (LKS-BMh).

“LKS-BMh merupakan lembaga mahasiswa pertama di Indonesia yang berfokus pada permasalahan sosial kemahasiswaan. Lembaga sosial ini setiap dua tahun sekali mengadakan pergantian pengurus,” kata Harso saat melantik LKS-BMh Jawa Tengah di Balaikota Semarang, baru-baru ini.

Kepada sorotindonesia.com, Kamis (24/11/2022), Harso mengungkapkan harapannya terhadap para pengurus LKS-BMh yang baru dilantik agar tetap berpegang pada visi-misi yang ada. Pihaknya siap memfasilitasi.

“Saya berharap kepengurusan yang baru ini juga ada program-program yang baru dan tetap sebagai mitra Pemerintah, baik Pemerintah Kota Semarang maupun Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah dan LKS-BMh Jawa Tengah bisa membuat kegiatan sesuai AD/ART dan bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak karena kegiatan sosial tidak hanya terbatas dengan pihak kampus saja,” ujarnya.

“Nanti untuk pemberdayaan di LKS-BMh kita bantu dari Provinsi. Untuk tahun 2023 kita akan sediakan dana untuk mendukung kegiatan LKS-BMh ini,” imbuhnya.

Lebih jauh ia menuturkan, sebagai langkah awal mahasiswa dapat fokus pada permasalahan sosial kemahasiswaan. Karena di dalam lingkup perkuliahan dan kampus masih banyak permasalahan yang dihadapi, setelah itu melihat kondisi masyarakat.

Sementara, Ketua LKS-BMh Jateng, Nutfatin Abiadhoh mengatakan, kondisi sosial yang terjadi di masyarakat. Untuk itu, pihak akan mempersiapkan berbagai program dan terus berupaya merangkul mahasiswa yang rentan sosial ekonomi, seperti halnya anak-anak penyandang disabilitas.

Saat ini LKS-BMh Jawa Tengah baru menggandeng beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta antara lain dari Kota Semarang terdapat UIN Walisongo, Unwahas, Unissula, Unnes, Universitas Stikubank, selanjutnya STAI Islamic Centre Demak, UIN Salatiga, dan IAIN Purwokerto.

“Kita harus bisa menjunjung tinggi bahwa nilai kesejahteraan sosial itu sangat penting, sangat utama sehingga kedepannya tidak lagi melihat perbedaan. Justru perbedaan harus membuat kita semakin solid dan saling bekerja sama,” tutupnya. (rq)

Comments

comments