MANADO, sorotindonesia – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat sistem Pertahanan Semesta di Sulawesi Utara (Sulut). Dalam rangkaian rapat koordinasi dan kunjungan kerja pada 5-8 Agustus 2025, penguatan Komponen Cadangan (Komcad) dan Komponen Pendukung (Komduk) menjadi fokus utama.
Asisten Deputi Koordinasi Doktrin dan Strategi Pertahanan Kemenko Polkam, Brigjen TNI Parwito, yang memimpin agenda tersebut, menyatakan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Menko Polkam. Tujuannya adalah untuk membangun sistem pertahanan yang tangguh di wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan Filipina dan Malaysia.
“Sinergi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam memperkuat Komponen Cadangan dan Komponen Pendukung. Pertahanan negara adalah tanggung jawab bersama,” tegas Brigjen TNI Parwito di Manado.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Sulut, termasuk Gubernur Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, Pangdam XIII/Merdeka, serta para bupati dan wali kota. Hasilnya, pemerintah daerah didorong untuk berperan aktif dalam penyiapan SDM, infrastruktur, hingga menggerakkan partisipasi masyarakat seperti nelayan sebagai bagian dari sistem pertahanan.
Di samping itu, tim Kemenko Polkam juga melakukan monitoring terhadap implementasi program prioritas pemerintah lainnya, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat, yang dinilai berkontribusi langsung pada ketahanan nasional.
Meskipun demikian, kunjungan lapangan mengungkap sejumlah tantangan. Di Rindam Kodam XIII/Merdeka, ditemukan bahwa kapasitas fasilitas pelatihan Komcad masih terbatas. Sementara di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 21 Manado, terungkap adanya siswa yang mengundurkan diri karena faktor psikososial keluarga, yang menyoroti perlunya pendampingan holistik.
Menanggapi temuan ini, Kemenko Polkam merumuskan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya perlunya mekanisme penghargaan karier bagi ASN yang ikut Komcad dan penyusunan standar rekrutmen yang lebih transparan oleh Kemenpora dan Kemenhan.

