Jika Raih Delapan Kursi, Gus Yusuf Yakin PKB Semarang Layak Usung Calon Walikota

oleh -
Jika Raih Delapan Kursi, Gus Yusuf Yakin PKB Semarang Layak Usung Calon Walikota
Ketua DPW PKB Jawa Tengah, KH. M. Yusuf Chudlori saat menghadiri launching ambulans dan pendaftaran Bacaleg DPC PKB Kota Semarang. (rifqi)

SEMARANG – Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah, KH. M. Yusuf Chudlori menegaskan jika PKB Kota Semarang mampu meraih target minimal 8 (delapan) kursi dalam pemilihan legislatif (Pileg), maka sudah layak untuk mengusung kader sebagai calon walikota Semarang.

“Jika PKB dapat 8 kursi (DPRD Kota Semarang), maka sangat layak untuk maju sebagai (calon) Walikota Semarang,” kata Gus Yusuf saat menghadiri haril lahir (Harlah) PKB yang digelar PKB Kota Semarang di kantor DPW PKB Jawa Tengah, Sabtu (23/7/2022).

Harlah dimeriahkan dengan peluncuran ambulans dan pembukaan pendaftaran bakal calon legislatif (Bacaleg). Kegiatan pun tepat dengan Harlah ke 24 PKB yang lahir pada 23 Juli 1998. Mobil pelayanan masyarakat tersebut merupakan upaya dari para anggota dewan PKB Kota Semarang dan tercatat sebagai aset Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.

Gus Yusuf melajutkan, dirinya mengaku optimis dengan target 8 kursi PKB di Semarang. Dia melihat potensi tersebut dengan adanya hubungan baik PKB dengan Pengurus Cabang Nahdlaaltul Ulama (PCNU) Kota Semarang, “Mari kita ajak orang-orang baik di sekotar kita, kita ajak seluruh potensi di sekitar kita untuk mendarma baktikan kepada bangsa,” ucapnya.

Gus Yusuf lantas mengingatkan kader PKB agar mengikuti langkah Ketua Umum DPP PKB, H. Muhaimin Iskandar yang siap maju dalam pencapresan yang bakal digelar pada tahun 2024 nanti, “Karena tujuan dari politik adalah meraih kekuasaan. Meraih kekuasaan untuk kemaslahatan masyarakat. Ini yang harus kita siapkan bersama,” tandasnya.

Sementara, Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kota Semarang, H. M. Mahsun menerangkan ada kader PKB dari berbagai profesi yang bakalan maju dalam pemilihan legislatif (Pileg) mendatang. Dia sebut ada dari unsur generasi milenial, dokter, seniman, dan aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang.

Lebih jauh Mahsun menerangkan potensi tersebut ia lihat juga aktif di internal PKB seperti pengurus tingkat kecamatan dan badan otonom (Banom) PKB seperti Perempuan Bangsa, Garda Bangsa, dan Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gema Saba).

“Kita akan lebih menjaring lagi lebih banyak kalangan sehingga proses ini masih terus berlangsung selama setengah tahun ke depan,” terangnya. (rq)

Comments

comments