Gus Yusuf Dorong Generasi Muda Berjuang Lewat Jalur Politik

oleh -
Gus Yusuf Dorong Generasi Muda Berjuang Lewat Jalur Politik

sorotindonesia.com, Semarang – Pendidikan politik mengajarkan banyak persoalan yang bisa diselesaikan melalui jalur politik, terlebih masalah kebangsaan. Memanfaatkan politik untuk kemaslahatan masyarakat.

Hal itulah yang dikatakan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Jawa Tengah PKB, KH Yusuf Chudlori, saat memberikan rekomendasi kepada calon kepala daerah di Jawa Tengah.

Dalam kesempatan itu, Kiai muda nyentrik asal Magelang tersebut mendorong generasi muda untuk berjuang lewat jalur politik. Dia ingin pemuda Indonesia tidak apatis terhadap politik. Karena itu, aktifis muda Nahdlatul Ulama (NU) yang populer dengan panggilan Gus Yusuf meminta untuk mencontoh Gibran Rakabuming Raka.

“Gibran menjadi sosok inspirasi bagi generasi muda agar mau terjun ke dunia politik dan tidak bersikap apatis terhadap politik,” kata Gus Yusuf dalam jumpa pers di kantor DPW PKB Jateng, Jl. WR Supratman 40, Manyaran, Semarang Barat, Kota Semarang, Jum’at (28/8/2020).

Menurutnya, mendorong generasi muda berpolitik juga bagian dari komitmen PKB dalam menjaga regenerasi partai berlambang bola dunia. “Ayo, tunjukkan dirimu berkontribusi kepada daerah, terhadap tanah air melalui jalur politik,” ajaknya.

Pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo Magelang ini lantas mengingatkan para pengurus partai yang lahir dari NU dan para bakal calon wali kota/bupati untuk memperhatikan gerakan PKB dan NU, baik secara kultur maupun strukturnya. “Ibarat mobil, PKB ini memiliki gardan ganda,” ujarnya.

Dijelaskan, gerakan struktur ialah mengonsolidasi pengurus partai tingkat cabang, anak cabang hingga ranting beserta badan otonom (Banom). Menggerakkan kultur ialah ngopeni tradisi yang ada di jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Yakni Tahlilan, Yasinan, Pengajian, Sholawatan, Manaqiban, Haul, dan semacamnya.

“PKB adalah partai yang dilahirkan Nahdlatul Ulama. Sowani para kiai. Minta restu dan doa ulama. Kerjasamalah dengan pengurus NU dan banomnya,” tuturnya.

Acara penyerahan surat rekomendasi di DPW PKB Jateng tersebut dimulai dari pagi. Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga di Jawa Tengah dihadirkan di kantor tersebut. Diantaranya ada Calon Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden RI Jokowi, Calon Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, dan Calon Bupati Wonosobo, Afif.

Gibran pun menyambut pesan Gus Yusuf dengan menyatakan amanah tersebut akan dimanfaatkan untuk kepentingan warga Solo, “Kerjasama ini bagi saya adalah suatu amanah untuk kepentingan warga Solo dan untuk kemajuan Kota Solo,” katanya.

Selain dukungan dari PKB, pasangan Gibran-Teguh juga didukung oleh PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Amanat Nasional, Partai Golkar, dan Partai Persatuan Pembangunan. Saat disinggung terkait aksi intoleransi yang belum lama ini terjadi di Solo, Gibran menegaskan hal itu tak akan terulang kembali, “Gak mungkin ada lagi. Semakin kesini Solo semakin adem, semakin ayem,” pungkasnya.

Hal menarik dikatakan Calon Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat. Dirinya komitmen untuk mewujudkan suasana santri di pendopo kabupaten dan pendopo kecamatan maupun desa. Wujudnya dengan sering menggelar acara shalawatan, mujahadah, semaan qur’an, dan semacamnya. Dengan begitu, ia berharap suasana masyarakat maupun pemerintahan di Wonosobo menjadi adem, damai, dan berjalan lancar. “Kami punya angan-angan itu. Wonosobo ini kan kota santri sebenarnya,” ujar politisi PDI Perjuangan.

Senada dengan Gus Yusuf, Ketua DPC PKB Kota Semarang Muhammad Mahsun menyatakan dirinya dan jajaran pengurus akan mengerahkan kekuatan penuh untuk menyukseskan Pilkada Semarang dengan memenangkan Hendi-Ita.

Gus Yusuf Chudlori berfoto bersama calon petahana Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi).

“Kita akan tancap gas. Solid merapatkan barisan. Seluruh kader masa kini dan pejuang semasa awal PKB berdiri, kami ajak bangkit tenanan. Mari kita menangkan Mas Hendi dan Mbak Ita,” ajaknya. (ARH)

Comments

comments