Gugah Kepekaan Sosial, Tim Petangguh KNPI Peduli Jateng Giat Bedah Rumah

oleh -
Gugah Kepekaan Sosial, Tim Petangguh KNPI Peduli Jateng Giat Bedah Rumah
Ketua KNPI Jateng, Tino, saat meninjau lokasi bedah rumah milik Haryanto.

sorotindonesia.com || Semarang – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Peduli Jawa Tengah diawal periodisasi kepemimpinan Tino Indra Wardono menunjukkan kiprah yang berbeda. Kali ini, Sabtu (15/12/2108), melalui tim bentukannya, Pemuda Tanggap dan Tangguh (Petangguh) melakukan bedah rumah.

Menurut Tino, pemuda zaman now harus peduli lingkungan dan sosial. Karenanya, KNPI Jateng bersama beberapa pegiat komunitas sosial dan lingkungan menggugah kepekaan sosial generasi muda agar turut begerak untuk dapat berbagi kebahagiaan kepada warga yang kurang beruntung sehingga memiliki rumah layak huni.
“Ini sebagai pemantik dan menumbuhkan sensitivitas pemuda,” ujar Tino disela penyerahan sumbangan dana pembangunan dan peralatan rumah tangga, “Kami (KNPI Jateng,red) mengajak kepada Pemerintah, Corporate Social Responsibility (CSR), pengusaha bisa sungkuyung membantu warga kurang beruntung, salah satunya dengan program bedah rumah,” sambungnya.

Lebih lanjut Tino menyatakan, kegiatan bedah rumah KNPI Peduli yang dilaksanakan secara bersinergi dengan berbagai pihak ini akan terus dilakukan untuk kedepannya. Dirinya juga berjanji akan menghimbau (menginstruksikan) pengurus DPD KNPI Kota-Kabupaten se Jawa Tengah untuk melakukan gerakan serupa.

“Kami memang bertekad di masing-masing Kota/Kabupaten se Jateng, di bentuk KNPI Peduli dengan bekerjasama dengan komunitas sosial yang ada di wilayahnya masing-masing, dengan itu seperti program bedah rumah bisa lebih meluas,” ungkapnya.

Sementara, Haryanto yang berprofesi sebagai penjual barang klitikan di Pasar Waru, mengaku senang dan mengucapkan rasa terima kasih kepada tim Petangguh KNPI Peduli Jateng. “Saya sudah lama bermimpi mempunyai rumah layak huni, tiga bulan terakhir ini saya menempati rumah sangat sederhana, belum ada dapur dan kamar mandi. Sebelum punya rumah ini, sebelumnya ngontrak (sewa),” akunya.

Retnowati, istri dari Haryanto menimpali, rumah yang akan dibangun tersebut menurut rencana dengan lebar 5 meter dan panjang 8 meter. “Berkat bantuan KNPI Peduli Jateng bersama komunitas lainnya ini sangat berarti dan membantu kami. Mudah-mudahan pembangunan rumah yang dimulai hari ini segera rampung. Meski kecil, kami memiliki rumah sendiri, tidak kontrak lagi,” ujar pasangan muda yang baru memiliki seorang putra ini.

Perlu diketahui, Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) merupakan bagian dari program Gerakan Peduli Lingkungan (GPL), dan target pertamanya adalah rumah pasangan suami istri (Pasutri), Haryanto-Retnowati, warga Kelurahan Sembungharjo Rt 5 Rw 7 Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Sebelumnya, aksi peduli diterapkan dalam bentuk bantuan kursi roda bagi penyandang disabilitas. (arh)

Comments

comments