SULUT, sorotindonesia.com – Tim peneliti gabungan dari Indonesia, Jerman, dan Wales berhasil menemukan dan memberi nama resmi kepada dua spesies baru siput laut yang ditemukan di perairan Sulawesi Utara. Penemuan ini semakin menegaskan status Sulut sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati laut terkaya di dunia.
Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah ZooKeys pada 14 Juli 2025 ini menamai kedua spesies tersebut Phyllidia ovata dan Phyllidia fontjei. Keduanya termasuk dalam famili Phyllidiidae atau yang sering disebut siput laut kutil, dengan panjang sekitar 5 sentimeter.
Salah satu peneliti, Dr. Nathalie Yonow dari Universitas Swansea, menjelaskan bahwa penamaan Phyllidia ovata terinspirasi dari bentuk dan pola tubuhnya yang unik menyerupai telur. Sementara nama Phyllidia fontjei diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang Dr. Fontje Kaligis, seorang peneliti Indonesia yang dinilai sangat berjasa dalam membuka kerja sama riset keanekaragaman hayati Sulawesi Utara dengan dunia internasional.
Menurut Yonow, penemuan ini juga terbantu oleh kontribusi data dari warga lokal dan komunitas daring seperti NudiPixel, yang telah mendokumentasikan foto-foto spesies ini selama bertahun-tahun sebelum akhirnya diberi nama resmi.
Penelitian ini juga mengungkap bahwa perairan Sulawesi Utara menyimpan sekitar 350 spesies siput laut, di mana 100 di antaranya tergolong spesies baru namun belum memiliki nama resmi. Temuan ini menjadi pengingat pentingnya upaya konservasi di kawasan Segitiga Terumbu Karang.

