Bukan Cuma Penyakit Orang Tua, Dokter Sebut Usia 20-an Bisa Kena Sakit Jantung, Ini Pemicunya

oleh -
Bukan Cuma Penyakit Orang Tua, Dokter Sebut Usia 20-an Bisa Kena Sakit Jantung, Ini Pemicunya
ilustrasi

JAKARTA, sorotindonesia – Penyakit jantung koroner (PJK) yang menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia kini tidak lagi hanya menyerang kalangan usia tua. Kalangan muda di rentang usia 20 hingga 30-an tahun juga berisiko tinggi, terutama akibat gaya hidup yang buruk dan faktor keturunan.

Spesialis jantung, dr. Aditya Agita Sembiring, SpJP, menjelaskan bahwa PJK sering disebut sebagai ‘penyakit gaya hidup’. Ia mengidentifikasi beberapa pemicu utama yang kerap diabaikan oleh anak muda.

“Pertama merokok. Kedua diabetes karena makan yang berlebihan kalori dan aktivitas fisik yang kurang,” ujar dr. Aditya saat ditemui di Jakarta Barat, Rabu (24/9/2025). Ia menambahkan bahwa konsumsi gula dan garam berlebih juga menjadi pemicu utama kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi.

Baca Juga:  Faktor Risiko Penyakit Jantung Pada Anak dan Dewasa

Selain gaya hidup, faktor genetik atau keturunan memegang peranan sangat penting, khususnya pada pasien usia muda. “Biasanya yang kena penyakit jantung koroner masih muda, umur 20 atau 30 tahun, (itu karena) faktor risikonya tinggi untuk penyakit jantung koroner (genetik),” jelasnya.

Untuk mencegahnya, dr. Aditya menyarankan untuk segera mengadopsi gaya hidup sehat. Langkah-langkahnya antara lain adalah berhenti merokok, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta membatasi asupan gula dan garam.

Baca Juga:  Riset Scape : 40 Persen Anak Muda Australia Kesulitan Menjalin Pertemanan

Aktivitas fisik juga menjadi kunci. Menurutnya, tidak ada jenis olahraga yang paling superior. Olahraga apapun, baik itu berenang, bersepeda, maupun angkat beban, akan sangat bermanfaat jika dilakukan secara rutin. “Kunci (jantung sehat) adalah konsistensi,” tutupnya.

Comments

comments