Disdik Jabar Catat, Ada 40 Bangunan Sekolah Rusak Akibat Gempa

oleh -

BANDUNG РPeristiwa gempa bumi yang berpusat di barat daya Tasikmalaya berkekuatan 6,9 skala richter yang terjadi pada hari jumat tengah malam lalu, Dinas Pendidikan  Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) mencatat sedikitnya 40 bangunan sekolah baik itu SMA dan SMK mengalami kerusakan.

Diungkapkan oleh Kepala Disdik Jabar, Ahmad Hadadi, kerusakan bangunan sekolah tersebut mayoritas terjadi di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Kerusakan tersebut dikarenakan lokasi gempa berada di wilayah Jabar Selatan yang berdekatan dengan pusat gempa.

“Data terakhir, ada 40 sekolah yang rusak. Tasikmalaya yang paling parah,” kata Ahmad Hadadi kepada wartawan seusai mengikuti salasatu acara di Bandung, (18/12/2017).

Disebutkan oleh Hadadi, dari sejumlah itu, 11 diantaranya mengalami rusak berat dan hingga saat ini pihaknya masih meneliti kondisi setiap sekolah di Jabar karena masih ada kemungkinan bangunan sekolah mengalami kerusakan yang sama.

“Untuk Garut, Ciamis, Pangandaran ada juga yang rusak tapi kondisinya tidak terlalu parah,” kata Hadadi.

Dijelaskan oleh Hadadi, pihaknya sudah menerjunkan tim untuk mendata lebih detil dan lebih teknis. Rencananya, dalam waktu dekat akan ada diskusi dengan orang-orang teknis dan konsultan perencanaan untuk memastikan besaran biaya perbaikan bangunan.

Dikatakan lebih lanjut oleh Hadadi, untuk dana perbaikan sekolah yang rusak akibat gempa tersebut, kemungkinan akan menggunakan atau melakukan pergeseran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jabar tahun 2018 atau meminta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pendidikan maupun bisa juga pada Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kita lihat nanti. Insya Allah bisa tercover semua,” ucapnya. Pihaknya juga memastikan untuk kelancaran kegiatan belajar mengajar siswa selama proses perbaikan bangunan sekolah yang rusak. [Imn/St]

Comments

comments