Destinasi Kuliner Waroeng General 88, Tumbuh Di Masa Pandemi

oleh -
Destinasi Kuliner Waroeng General 88, Bergeliat Di Masa Pandemi

KAB. BANDUNG – Destinasi kuliner Waroeng General 88 telah hadir di Kabupaten Bandung, tepatnya di Jalan Doton, Desa Bojongkunci, Kecamatan Pameungpeuk. Meski lokasinya berada di tengah lembur, namun pesona dan ragam cita rasa dari menu yang ditawarkan, dijamin bikin ketagihan.

Tempatnya tidak hanya enak untuk kongkow bareng teman dan keluarga, tetapi bisa dijadikan alternatif utama untuk menggelar acara resepsi dan kegiatan reuni, juga arisan. Karena di Waroeng General 88 ada ruang auditorium multiguna yang representatif.

Menariknya, tamu bisa menikmati hidangan dengan pilihan pemandangan yang terbilang unik, ada saung di tengah sawah, saung di atas kolam, dan juga bisa sambil ngadem di tengah kebun hidroponik. Selain itu, ada ruang rooftoop yang menyuguhkan pemandangan area pesawahan di sekitar rumah makan.

Alhamdulillah, meski baru beroperasi pada bulan April 2021 lalu, masa pandemi, tapi mendapat respon dan sambutan baik dari masyarakat,” kata Fahmi Septiono, Manager Waroeng General 88, Sabtu (23/10/2021).

Saat dibuka, Waroeng General 88 sudah menyesuaikan dengan penerapan aturan protokol kesehatan bagi pengunjung. Antara lain wajib menggunakan masker dan menyediakan hand sanitizer. Selain itu, ada tempat mencuci tangan di banyak titik, terutama di sekitar saung. Dari sisi bangunan saung juga sudah ada jarak, sehingga antar tamu pengunjung tidak saling berdekatan. Di depan pintu masuk pun sudah terpasang spanduk bertuliskan “wajib pakai masker“, sehingga tamu yang datang dan berjalan-jalan menikmati area Waroeng General 88, diimbau untuk menggunakan masker, guna menjaga keamanan bersama, terkecuali saat menyantap hidangan.

“Untuk protokol kesehatan, kita sudah menyediakan tempat mencuci tangan dan hand sanitizer di pintu masuk, dan alat pengecekan suhu tubuh. Selain itu, karyawan juga sudah menerima vaksin Covid-19,” jelas Fahmi.

“Awal operasional, kita promosinya dari mulut ke mulut dan sosial media. Alhamdulillah, ramai dikunjungi tamu sejak dari awal bulan puasa. Tapi saat diberlakukannya PPKM darurat oleh pemerintah, kita tutup total kurang lebih selama satu bulan,” kata Fahmi.

Penutupan sementara tersebut tentunya berdampak pada operasional, diantaranya keberadaan tenaga kerja atau karyawan.

“Semenjak buka, kita menjaring tenaga kerja hingga 19 orang. Saat ini efektif ada 12 orang,” ungkap Fahmi.

“Setelah dibuka kembali pada bulan Agustus, tamu pengunjung mulai berangsur datang, meski jumlahnya masih tentatif. Umumnya tamu yang datang adalah sekeluarga, ada juga rombongan yang sebelumnya reservasi. Rata-rata tamu menikmati kuliner sambil santai-santai disini,” ungkapnya lagi.

Meski sudah kembali melayani tamu pelanggan, masa PPKM ini Waroeng General 88 masih membatasi jam operasional, diantaranya buka pada pukul 11.00 siang dan tutup pukul 20.00 WIB.

Sebagai informasi tambahan, Waroeng General 88 ini kapasitasnya bisa untuk 250 orang, tetapi di masa PPKM, untuk waktu-waktu premium jumlahnya dibatasi sesuai ketentuan. Menyesuaikan hal tersebut, ada layanan reservasi.

“Harapan kami, kondisi bisa normal kembali seperti saat baru buka pada April lalu, jam operasional juga normal, jam 10 hingga jam 10 malam. Ya, mudah-mudahan pandemi Covid-19 ini segera berlalu, sehingga tidak ada kebijakan pengetatan lagi,” harap Fahmi.

Adapun menu signature di Waroeng General 88 adalah paket nasi liwet ayam bakar dan ikan bakar, serta gepuk.

Bagi penikmat kopi, Waroeng General 88 juga menyajikan kopi yang berkualitas.

Suryadi, warga Rancamanyar, saat ditemui pewarta mengaku senang dengan dibukanya kembali Waroeng General 88 setelah PPKM darurat lalu.

“Iya, saya senang dengan dibukanya rumah makan Waroeng General 88, jadi tempat favorit saya dan keluarga. Terlebih untuk tempat sebagus ini, jaraknya tidak jauh dari rumah saya,” katanya.

Dengan adanya imbauan untuk menggunakan masker saat masuk dan jalan-jalan di area rumah makan yang terbilang cukup luas ini, Suryadi menjawab, “Tidak masalah, karena bagi saya juga sudah terbiasa untuk memakai masker, untuk keselamatan bersama,” pungkasnya.

[st]

Comments

comments