MAMUJU, sorotindonesia – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) merilis data terbaru yang menunjukkan sebanyak 831 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) telah tercatat hingga awal September 2025. Dari jumlah tersebut, tiga kasus di antaranya dilaporkan berakhir dengan kematian.
Selain DBD, data juga menunjukkan adanya 74 kasus malaria di wilayah Sulbar. Tingginya angka ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan upaya pencegahan.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa langkah pengendalian yang paling efektif dan murah adalah melalui Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus.
Ia menjelaskan, gerakan ini harus menjadi budaya bersama yang meliputi Menguras tempat penampungan air, Menutup rapat wadah air, dan Mendaur ulang barang bekas. Adapun “Plus” mencakup langkah-langkah tambahan seperti menaburkan larvasida atau menggunakan kelambu.
Menurut dr. Nursyamsi, penanganan DBD dan malaria merupakan bagian dari implementasi visi “Panca Daya Sulbar Maju dan Sejahtera” yang digagas oleh Gubernur Sulbar. Tujuannya adalah untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat dan unggul sebagai modal utama pembangunan.
Dinkes Sulbar pun mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan langkah pencegahan mandiri di rumah masing-masing guna menekan penyebaran penyakit.


