JAKARTA, sorotindonesia – Terungkap fakta baru dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) sebuah bank BUMN, MIP (37). Empat pelaku yang berhasil ditangkap ternyata tinggal di sebuah rumah kontrakan di Jalan Johar Baru III, Jakarta Pusat, atas perintah seseorang yang berada di Surabaya, Jawa Timur.
Rumah berwarna merah jambu tersebut menjadi lokasi penangkapan tiga pelaku, yakni AT, RS, dan RAH, pada Kamis (21/8/2025). Sementara satu pelaku lainnya, RW, diamankan di Bandara Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), sesaat setelah mendarat.
Menurut keterangan Ketua RT setempat, Sella (43), dan Ketua RW, Rizal (54), salah satu penghuni rumah kontrakan bernama Berto melapor bahwa mereka diperintahkan oleh ‘bos’ di Surabaya untuk menempati rumah tersebut sejak 20 Juni 2025. Awalnya, warga hanya mengetahui ada tiga pria yang tinggal, namun belakangan jumlahnya bertambah menjadi lima orang, termasuk seorang wanita dan bayi.
Ironisnya, rumah yang menjadi markas para penculik itu ternyata sedang dalam status sengketa. Sebelum ditempati Berto dan kawan-kawan, rumah tersebut sempat kosong hampir setahun setelah ditinggalkan penghuni sebelumnya yang merupakan warga setempat.
MIP sendiri ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di area persawahan Bekasi pada Kamis pagi. Korban sebelumnya diculik dari sebuah supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Rekaman CCTV menunjukkan korban sempat berusaha melawan saat disergap dan dipaksa masuk ke dalam mobil oleh para pelaku

