Brigjen TNI Junior Tumilaar Ditahan, Ini Penjelasan Kadispenad

oleh -
Brigjen TNI Junior Tumilaar Ditahan, Ini Penjelasan Kadispenad
Kadispenad Brigjen TNI Tatang Subarna. [Foto: dok.ist]

JAKARTA – Tekait penahanan Brigjen TNI Junior Tumilaar di RTM Cimanggis, Depok, TNI Angkatan Darat melalui Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna mengatakan bahwa benar yang bersangkutan saat ini sedang menjalani penahanan sementara, karena berdasarkan hasil penyidikan dari Puspomad diperoleh fakta-fakta hukum bahwa yang bersangkutan diduga telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan wewenang dan ketidaktaatan yang disengaja.

“Tindak pidana yang dimaksud adalah sebagaimana diatur dan diancam Pidana menurut Pasal 126 KUHPM dan Pasal 103 ayat (1) KUHPM,” ujar Tatang Subarna, (22/2/2022).

Dijelaskan oleh Tatang Subarna bahwa diketahui sebelumnya bahwa Brigjen TNI JT telah melakukan serangkaian perbuatan di luar dari tugas pokok dan kewenangannya serta bertindak sendiri tanpa adanya perintah dari pimpinannya, yaitu mengurusi sengketa lahan antara masyarakat dengan suatu perusahaan yang terjadi di Kota Manado, Kabupaten Minahasa dan di Bojong Koneng Jawa Barat.

“Penahanan sementara oleh Puspomad terhadap Brigjen TNI JT dilakukan dalam rangka proses penyidikan dan dilaksanakan TMT 31 Januari sampai dengan 15 Februari 2022. Pada saat ini, Berkas Perkara yang bersangkutan telah dilimpahkan ke Oditur Militer Tinggi II Jakarta untuk diproses lebih lanjut. Sementara untuk Brigjen TNI JT dititipkan oleh Otmilti II Jakarta pada Instalasi Tahanan Militer Puspomad di Cimanggis, Depok, sambil menunggu perkara yang bersangkutan dilimpahkan ke Pengadilan Tinggi II Jakarta untuk disidangkan,” rinci Tatang Subarna.

Menjawab adanya surat permohonan pengampunan dari Brigjen TNI JT kepada Kasad dengan alasan bahwa yang bersangkutan menderita sakit asam lambung (gerd) dan tekanan darah tinggi serta alasan yang bersangkutan pada tanggal 3 April 2022 akan pensiun.

“Mengenai hal tersebut harus dibuktikan dulu melalui pemeriksaan kesehatan di rumah sakit yang ditunjuk oleh Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta tentang layak atau tidaknya Brigjen TNI JT untuk diperiksa di Pengadilan Militer, selain itu usia pensiun prajurit TNI tidak dapat menghentikan proses pemeriksaan di Pengadilan Militer, sepanjang waktu terjadinya tindak pidana (tempos delicti) dilakukan masih menjadi prajurit TNI,” pungkas Kadispenad Brigjen TNI Tatang Subarna.

Sebelumnya, sempat beredar di media sosial dan sejumlah platform berita online terkait selembar surat yang ditulis dan ditandatangani oleh yang mengatasnamakan Brigjen TNI Junior Tumilaar.

Dalam isi surat tersebut yang ditujukan antara lain kepada pimpinan negara dan pimpinan TNI ini, Brigjen TNI Junior Tumilaar memohon pengampunan dan mengaku bersalah telah membela masyarakat di Desa Bojong Koneng Babakan Medang, Kabupaten Bogor, yang lahannya bermasalah dengan Sentul City. Juga sehubungan dengan yang bersangkutan akan memasuki masa pensiun pada April 2022 mendatang.

Selain itu, karena faktor kesehatannya terganggu akibat asam lambung tinggi (Gerd) di masa penahanan, Brigjen TNI Junior Tumilaar bermohon untuk bisa mendapatkan perawatan medis di RSPAD.

Diterangkan juga dalam isi surat itu bahwa Brigjen TNI Junior Tumilaar menjalani penahanan di Rutan Militer Cimanggis, Depok, sejak tanggal 16 Februari 2022 hingga saat ini.*****

Comments

comments