Demi Keselamatan Bangsa TNI-Polri Dan Masyarakat Gelar Doa Bersama

demi-keselamatan-bangsa-tni-polri-dan-masyarakat-gelar-doa-bersamaok
demi-keselamatan-bangsa-tni-polri-dan-masyarakat-gelar-doa-bersamaok

TNI-Polri dan masyarakat yang melaksanakan Istighosah dan doa bersama bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur terwujudnya kedamaian, keselamatan, persatuan dan kesatuan bangsa terkait peristiwa-peristiwa yang dihadapi bangsa akhir-akhir ini

 

Jakarta—Panglima  TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menghadiri Istighosah dan doa bersama jajaran TNI-Polri beserta masyarakat secara serentak di tempat-tempat ibadah. Adapun di wilayah Jakarta meliputi: Silang Monas (Agama Islam), Gerja Katedral (Agama Katolik), Gereja Immanuel Gambir, Gereja HKBP Cililitan, Gereja Kristen Indonesia Kwitang (Agama Kristen Protestan) dan Pura Mustika Dharma Cijantung (Agama Hindu) pada hari Jumat tanggal 18 Nopember 2016.

TNI-Polri dan masyarakat yang melaksanakan Istighosah dan doa bersama bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur terwujudnya kedamaian, keselamatan, persatuan dan kesatuan bangsa terkait peristiwa-peristiwa yang dihadapi bangsa akhir-akhir ini.

Untuk Agama Islam dipimpin oleh Ustadz Arifin Ilham dan Tausiah oleh Habib Nabil Al-Musayfah, Kristen Katolik dipimpin oleh Romo Kristoporus Kristopuspo S.T.H dan Hindu dipimpin oleh Pinandita I Made Putra Yadnya dengan penceramah Kolonel Caj I Gede Suandiyasa.

Istighosah adalah memohon pertolongan dari Allah swt untuk terwujudnya sebuah “keajaiban” atau sesuatu yang paling dianggap tidak mudah untuk diwujudkan. Istighosah sebenarnya sama dengan berdoa akan tetapi bila disebutkan kata istighosah konotasinya lebih besar dari sekedar berdoa, karena yang dimohon dalam istighosah adalah bukan hal yang biasa saja. Oleh karena itu, istighosah sering dilakukan secara kolektif dan biasanya dimulai denga wirid-wirid tertentu, terutama istighfar sehingga Allah Swt berkenan mengabulkan permohonan itu.

Baca:   Apel Gelar Nasional Bela Negara 2016 Libatkan 10.000 peserta Di Silang Monas

TNI-Polri Dan Masyarakat Panjatkan Doa Bersama

 

Amatan SII sedikitnya 38.000 jamaah yang terdiri dari 3.000 jamaah umum/masyarakat, 5.000 anak yatim dan 22.000 jamaah dari TNI-Polri dan Keluarga Besar TNI (KBT).Di silang Monas, Panglima TNI berbaur bersama Jumat (18/11/2016). Acara yang dimulai sekitar pukul 07.30 Wib itu berlangsung khidmat dan khusyuk.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Wuryanto menyampaikan, kegiatan ini bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur terwujudnya kedamaian, keselamatan, persatuan dan kesatuan bangsa terkait peristiwa-peristiwa yang dihadapi bangsa akhir-akhir ini.
“Bersama Panglima TNI, kita berdoa bersama untuk keselamatan dan kedamaian bangsa Indonesia,” kata Wuryanto.

 

Sambutan Panglima TNI Dan Kapolri

Dalam kesempatan itu Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengajak semuanya untuk bersyukur dan berdoa kepada Allah Swt untuk keselamatan bangsa. “Saya mengajak semuanya bersyukur bahwa kita digerakkan hatinya untuk sama-sama berkumpul di sini untuk bersatu dengan tulus dan ikhlas untuk istighosah demi keselamatan bangsa,” ujar Jenderal Gatot dalam sambutannya, Jumat pagi (18/11/2016)

Baca:   Ekspedisi "Spirit of Majapahit" berlabuh di Okinawa

Ia juga memohon kepada masyarakat agar mendoakan para pahlawan Indonesia.

“Kita bersama memohon kehadirat Allah SWT mendoakan pahlawan yang merintis kemerdekaan republik dan mempertahankan kemerdekaan. Pahlawan revolusi menjadi syuhada di sisi Allah SWT. Kita sadari kita merdeka karena Allah SWT. Dan pada kesempatan ini, kita bersama berdoa perjalanan bangsa masih sangat panjang, cobaan bertubi-tubi pasti ada,” ujarnya.

Acara yang bertajuk ‘Istigasah dan Doa Keselamatan Bangsa’ ini digelar untuk memohon kehadiran Allah SWT dalam menjaga kesatuan NKRI.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian berharap acara doa bersama masyarakat yang digelar di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (18/11/2016) pagi dapat menjadi langkah dasar dalam mempertahankan persatuan NKRI.

“Saya mengimbau agar proses ini dikembalikan kepada hukum dan tidak dicampuradukkan ke ras, suku dan lain-lain,” ujar Tito, Jumat (18/11/2016) pagi saat memberi sambutan.

 

(bhq)

 

Comments

comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.