Kesadaran Diri (Self Awareness) Tinjauan Psikologis

Kesadaran Diri (Awareness) Tinjauan Psikologis

 

Karunia Tuhan Yang Maha Agung manusia dibekali instrument yang begitu kompleks sehingga menjadikan manusia sangat sempurna. Bekal kesempurnaan ini tidak akan pernah difahami oleh kita, jika kita tidak pernah untuk “sadar” dan membangkitkan kesadaran diri masing-masing. Agar kita mampu untuk mengenal lebih dekat lagi tentang diri kita maka mau tidak mau kita harus sering merenung untuk menggugah kesadaran diri kita. Kesadaran diri akan kelebihan dan kelemahan kita akan menjadi kunci utama dalam mengenal Sang Pencipta Tuhan Yang Maha Esa.

 

 

Oleh: Denmas Haryo, S.Psi., M.Psi., M.Si.

 

Kesadaran Diri (Self Awareness) didefinisikan sebagai penilaian yang akurat dan pemahaman tentang kemampuan dan preferensi dan implikasinya terhadap perilaku Kita dan dampaknya pada orang lain. Itu kenyataan pengujian, kalibrasi terhadap fakta-fakta kehidupan.

Kesadaran Diri adalah sebagian pengetahuan tentang diri, seperti kekuatan dan kelemahan, kerentanan dan nafsu. Hal ini dapat diperoleh dengan berbagai cara dari berbagai sumber. Kadang-kadang pemahaman diri berasal dari pencerahan tiba-tiba di dalam kantor atau di rumah. Hal ini bahkan bisa terjadi pada penilaian kerja. Muncul dari keberhasilan dan kegagalan pengalaman dan tak terduga. Apa yang orang lain katakan dan dengan menerima umpan balik dari tes kepribadian.

Kesadaran Diri ini merupakan periode untuk mencari tahu siapa Kita (sebenarnya), dimana Kita berada (dalam keluarga, organisasi, komunitas), mengetahui apa Kita bisa berkontribusi kepada orang lain. Ada beberapa orang yang beruntung, mereka diberikan kesempatan untuk menguji keterampilan mereka dan melihat dampaknya. Mereka menjadi lebih sadar potensi mereka dan bagaimana mereka alami atau berperilaku dalam situasi tertentu.

Baca:   7-12 Mei, JKPI Berkumpul Di Banda Aceh

Apakah Kita sadar diri dalam arti bahwa Kita benar-benar memiliki pemahaman diri?

Pertama, Pengujian diri, eksplorasi dan mencoba-coba.

Coba tugas dan situasi yang baru. Banyak orang mengatakan mereka tidak suka sesuatu yang belum pernah mereka coba. Orang-orang yang berhasil membuat penemuan tertentu dalam hidup karena sering melalui penemuan “kesempatan”.

Kedua, Penerimaan Diri.

Ini bukanlah lebih atau di bawah estimasi bakat Kita. Tidak semua orang itu cerdas, kreatif, berwawasan. Namun, sangat memprihatinkan jika melihat orang mengabaikan atau underestimate kekuatan mereka sebagai kelemahan mereka.

Ketiga, Mencari umpan balik dari orang lain.

Seorang teman baik, atasan, guru berperan sekali dalam memberi informasi mengenai pribadi kita. Mereka sangat membantu untuk memperjelas pertanyaan penting seperti “Apa yang benar-benar penting bagi Kita? Seperti apa diri Kita yang sebenarnya?”

Konsep Jendela

Teori Johari Window merupakan konsep yang diperkenalkan oleh Psikolog Amerika Joseph Luth dan Harrington Ingham, sebagai perwujudan bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain yang digambarkan dalam sebuah jendela yang memiliki 4 bagian.

awareness
#awareness

 

 

 

 

Terbuka (Open)

Baca:   Konferensi Pers GNPF-MUI Terkait Aksi 4 Nopember

Ini adalah pengetahuan umum yang melibatkan hal-hal seperti kepentingan, ambisi, sifat, perasaan dan motivasi. Menggambarkan keadaan atau hal yang diketahui diri sendiri dan orang lain. Diri yang terbuka, mengetahui kelebihan dan kekurangan diri sendiri demikian juga orang lain diluar dirinya dapat mengenalinya.

Buta (Blind)

Kita tidak mengetahui tentang sifat-sifat, perasaan-perasaan dan motivasi-motivasi diri sendiri padahal orang lain melihatnya. Orang ini sering disebut sebagai seseorang yang buta karena dia tidak dapat melihat dirinya sendiri, namun orang lain mengetahuinya.

Tersembunyi (Hidden)

Merupakan kotak kecil rahasia. Hal yang saya tahu tentang saya, namun tidak bagi orang lain. Ini mungkin berisi cerita peristiwa masa lalu, keyakinan aneh dan keinginan atau sikap dan keyakinan tidak dapat diterima secara sosial. Disebabkan karena belum diungkapkan atau tidak ingin mengungkapkan pada orang lain.Ko

Tidak Tahu (Unknown)

Yaitu diri tidak diketahui, baik kita maupun orang lain tidak tahu tentang pribadi kita. Sepertinya semua serba misterius. Hal ini mungkin dapat digali oleh terapis sehingga apa yang tersimpan di alam bawah sadar kita dapat muncul.

 

Kendati demikian, sesungguhnya itupun kembali kepada diri kita masing-masing apakah kita mau dan memiliki keinginan untuk mengenali diri kita sebagai bias dari sang Pencipta. Jawabnya adalah “bagi orang-orang yang mau berpikir (tafakur)”.

 

(bhq)

Comments

comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.