Usai Bunuh Anggota Kopassus, Geng Motor Akan Dihabisi

Usai Bunuh Anggota Kopassus Geng Motor Akan Dihabisi
Usai Bunuh Anggota Kopassus Geng Motor Akan Dihabisi

Tewasnya salah seorang prajurit Kopassus TNI AD akibat dikeroyok oleh sekawanan geng motor, mengisyaratkan bahwa kriminalitas sudah diambang sangat mengerikan dan memprihatinkan.

Bandung—Anggota Komando Pasukan Khusus TNI AD, Komando Daerah Militer III Siliwangi Prajurit Satu Galang Suryawan tewas setelah diduga dianiaya dan ditusuk oleh orang tak dikenal di kawasan Jalan Rajawali, Kota Bandung, pada Ahad dini hari (5/6) sekitar pukul 01.30 WIB. Hingga saat ini pihak kepolisian setempat, masih berupaya mengejar para pelaku yang diduga anggota geng motor.

Kronologis Kejadian

Menurut Kapendam III Siliwangi Kolonel Arh M. Desy Arianto , saat itu Pratu Galang baru saja kembali dari Jalan Asia-Afrika setelah bertemu dengan teman-temannya. Ketika melewati Jalan Rajawali, Pratu Galang dihadang oleh sekelompok orang tak dikenal yang mengendarai kendaraan bermotor. “Diberhentikan oleh sekelompok orang dan kemudian dipukuli dan ditusuk lalu ditinggal di jalan,” ujar Desi dalam keterangan pers tertulisnya (7/6).

“Korban sempat mendapatkan tindakan operasi. Karena luka yang dideritanya cukup parah, sekitar pukul 16.00 hari Minggu korban meninggal dunia,” ujar Desy. Namun demikian, menurut Desy, korban saat ini sudah dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Hingga saat ini aparat kepolisian terus mengejar pelaku pengroyokan hingga mengakibatkan tewasnya prajurit Galang yang diduga merupakan geng motor yang terdiri dari remaja tanggung dan dewasa.

galang-dibunuh-geng-motor
#galang-dibunuh-geng-motor

Tinjauan Sosiologi Geng Motor

Permasalahan tawuran, intimidasi senior, penggunaan narkotika, serta pengrusakan yang dilakukan oleh geng motor yang terjadi akhir-akhir ini di masyarakat kita merupakan bagian dari delikuensi (kenakalan remaja) yang oleh Stark (1975)  dikategorikan sebagai perilaku menyimpang dimana perilaku ini merupakan cermin dari anomi atau ketiadaan norma.

Di kota Bandung sendiri, dimana aksi geng motor sering terjadi, kecenderungan perilaku mereka mengaah ke kriminal setidaknya telah erlangsung sejak tahu 1990-an lalu, tak lama setelah arena balapan dijalanan di Bandung dijaga ketat aparat kepolisian. Jalanan yang sering digunakan untuk kebut-kebutan antara lain kawasan Gaaibu di Jalan Diponegoro, kaasan Dago dan Jalan Supratman. Arena kebut-kebutan tak lagi terlokalisasi. Mereka menyebar secara sporadis ke jalanan lain yang lolos dari pindaian polisi. Jalanan membawa hawa panas rupanya. Mereka tak sekedar kebut-kebutan, tapi juga tawuran. (Mulyani Hasan 2007).

Sosiolog Unpad Budi Rajab mengatakan, anggota geng motor justru mengalami pertumbuhan yang stagnan. Keanggotaan baru terakhir kali terjadi lima tahun lalu, dengan demikian masih dipenuhi muka-muka lama.

Baca:   KASAD TNI : Bulan Suci Ramadhan Momentum Menjaga Keutuhan Bangsa

Geng-geng motor seharusnya dibinasakan dari muka bumi kalau perlu culik oleh anggota TNI yang telah membunuh seorang prajurit Kopassus dan mereka melakukan aksi-aksi kriminalitas di waktu-waktu yang tidak terduga.

“Mereka geng motor melakukan aksi kriminalitas, tidak terdeteksi oleh patroli dan sering melakukannya di malam hari antara jam 10 malam s.d jam 4 pagi”. (Selasa 14/6).

Dipuncak  kemarahan “Tumpas Geng Motor”

Kasus ini membuat geram Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu. Menhan langsung meminta seluruh geng motor ditumpas habis dibinasakan.

Kopassus pun siap diterjunkan untuk membinasakan seluruh geng-geng motor yang ada di Indonesia karena telah meresahkan masyarakat.

Petunjuk Pangdam III/SLW Mayjen TNI Hadi Prasojo:

1. Jadilah prajurit hebat, jangan numpang nama besar leluhur para prajurit pendahulu Siliwangi

2. Didik anak-anak kita dan jadikan orang sukses, jangan sampai anak-anak kita jadi geng motor atau terlibat narkoba
3. Koordinasi dengan Polri untuk bubarkan geng motor, deteksi peredaran narkoba dan tangkap mereka
4. Buat dan keluarkan tim Patroli terdiri dari 30 orang, latih dan persenjatai mereka
5. Perintah terakhir, “Kalau ada begal tembak saja, saya tanggung jawab”. Tidak usah takut, harusnya kita yang ditakuti. Habisi saja
6. Kalau sanggup menculik, culik saja, yang penting tidak ketahuan buang ke laut atau kubur dalam-dalam
7. Tentara harus selalu menang melawan kejahatan apa pun itu bentuknya, bawa senjata, pistol atau sangkur, mereka berani ke kita, kita harus lebih berani tusuk, bunuh, tembak. Hancurkan geng motor, hancurkan kejahatan, tentara lebih kompak dari geng motor.

OTK Terlatih Pemburu Geng motor

Sekelompok OTK (Orang Tak Dikenal) melakukan aksinya memburu geng motor yang ada di Serang. Kejadiannya hari Minggu tanggal 12 Juni 2016 sekira pukul  00.10 Wib bertempat di tiga lokasi bersamaan diantaranya Lingk. Stadion Maulana yusup Kelurahan Sumur Pecung, di Lingk pasar Rau Keluruhan Cimuncang dan di Depan Apotik Biomed Jl. Jend. A.Yani Kelurahan Cipare Kecamatan Serang Kota Serang telah terjadi aksi penyerangan, pemukulan dan perkelaihan oleh orang yang tak di kenal dg jumlah yang diperkirakan 10 Orang di tiap tiap tempatnya dalam waktu hampir bersamaan  kepada orang – orang Klub motor yang ada di tiga lokasi tersebut.

Kronologis

Kronologis kejadian di 3 TKP tersebut, Orang yang tak di kenal menghampiri klub motor dan  membubarkan klub motor tsb, kemudian terjadilah perlawanan dan keributan antara Orang tidak dikenal dg Klub Motor dalam waktu 2 s/d 5 menit Langsung pada lari dg menggunakan motor masing masing .

Baca:   HUT Kopassus Ke-65, Komando Run Kembali Digelar

 Kerugian dari kejadian tersebut antara lain :

 1) motor rusak ringan dan Helm rusak.

2) Jiwa  dari 3 Tkp  :

  14 Orang luka – luka di antaranya :

  1. TKP lingk.pasar Rau :(1) Yudha Yuandhika,Warga Kab. Majalengka Jabar, (Mahasiswa), Luka bagian kepala.(2) Muhamad Adnan,Warga Kec. Kramat watu Kab.Serang, (Mahasiswa), Luka bagian kepala. (3) Eko Bowo Laksono,

Warga Nogore – Pati Jatim, Luka bagian

Kepala.

  1. TKP Depan Apotik Biomed, antara lain :

(1) Arief Nurdiansyah,

Warga lingk. Kaloran – Serang Kota Serang,

( Swasta )

(2) Dedi Sunandar,

 Warga Kec.Ciawi   gebang – Kuningan Jabar.

(3) Athar Irwantho,

 Warga Jawilan kab. Serang, (wiraswasta)

(4) Aditya Dwi Anggara, Warga Kec. Kramat watu Kab. Serang.

(5) Hendri Setiawan,

Warga Kec. Donorojo Kab.Pacitan Jatim,

(mahasiswa).

(6) Danang Setiawan Yulianto, Warga Kec. Jati uwung Kab.Tangerang.

(7) Adi Suriansyah Julio.p, Warga Kel.Cimuncang Kec.Serang Kota serang, Luka di bagian bibir atas, telapak tangan kiri dan bagian Dagu.(sdh di obati di Rumah sakit DKT).

(8) Ali Cahyana, Warga Sayabulu Kel.Serang Kec.Serang, Luka sobek bagian punggung kiri belakang. ( sdh di obati di RSUD Serang )

(9) yang tiga blm di ketahui identitasnya.

masing – masing korban sdh mendapatkan perawatan dan pengobatan di RSUD Serang dan di RS. Kencana /DKT Serang.

Situasi setelah terjadinya insiden di tiga TKP sampai saat ini dalam keadaan kondusif.

Korban masing masing telah kembali menuju rumah masing masing.

Hasil Investigasi

Seorang petugas Babinsa  setempat mengatakan mencoba untuk menjelaskan kepada tim SII antara lain, melihat dari kronologis yang disampaikan, ada kemungkinan pelaku penyerangan, pemukulan tersebut dilakukan oleh kelompok yang terlatih dan terkoordinir dengan baik.    Dan dari kejadian tersebut dapat dimungkinkan dilakukannya untuk menciutkan nyali dan memberikan efek jerah kepada pelaku geng motor.

Bila dugaan itu benar dapat dipastikan akan terjadi bukan hanya di tiga lokasi tersebut, namun nantinya bisa saja terjadi di berbagai lokasi untuk memberantas adanya geng motor yang onar yang mulai meresakan masyarakat sesuai instruksi dari Kemenhan RI Jendral (Purn) Ryamizad Ryacudu dan Pangdam III/SLW Mayjend TNI Hadi Prasojo.tim.SII

Comments

comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.