Semarak FK- Metra di Kecamatan Banjarwangi

Garut. Setelah sebelumnya menyambangi Kecamatan Pamulihan. Program pemberdayaan (FK-Metra) Forum Komunikasi Media Tradisional yang dilaksanakan oleh Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kab Garut menyemarakan desa Tanjungjaya, Kecamatan Banjarwangi, Kamis pagi (02/06).
Acara yang digelar di Kantor dan Lapangan Desa Tanjungjaya ini disambut meriah oleh masyarakat setempat. Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Ayi Saripudin yang membuka acara tersebut sangat mengparesiasi semangat warga Banjarwangi yang antusias mengikuti jalannya acara. Menurut Ayi seni tradisional menjadi jembatan komunikasi yang baik bagi masyarakat dalam menyampaikan pesan-pesan program pemerintah dan moral kepada masyarakat.
“Manfaat lain dari seni tradisional yang berkembang di masyarakat seperti reog, calung dan seni tradisional ini telah dikenal secara luas oleh masyarakat sebagai penyampai pesan dengan berbagai cara sekaligus dengan ucapan, gerakan, kata-kata sehingga dapat menjadi jembatan komuikasi antara Pemerintah dan masyarakat itu sendiri, pesan-pesan program kebijakan dan moral secara langsung akan tersampaikan kepada masyarakat,†tutur Ayi Saripudin dalam sambutannya.
Dalam rangkaian kesenian tradisional khas Banjarwangi ini seperti Calung, Tari Jaipong dan Bobodoran. Kesenian Calung ini selain menampilkan tembang-tembang khas sunda juga berhasil tampil apik menyampaikan informasi seputar kebersihan, kesehatan dan keberhasilan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Garut. Sedang untuk kesenian Bobodoran tampil unik karena selain semua pemainnya adalah ibu-ibu PKK, juga tampil atraktif menyampaikan informasi seputar program Keluarga Berencana (KB).
Camat Banjar wangi, Enjang Juanda yang sangat antusias a akan program ini serta berhasil mengerahkan masyarakatnya untuk turut serta dalam acara pemberdayaan FK-Metra ini, menaruh harapan agar kesenian tradisional bisa tetap lestari dan berjaya kembali. Melihat antusias masyarakat ia berinisiatif untuk mengadakan festival kesenian di Bulan Agustus mendatang.
“Kami harapkan pembinaan dari diskominfo itu sendiri agar masyarakat bisa betul-betul memahami budaya yang ada di wilayah masing-masing. Dan kami meminta kepada diskominfo agar potensi tersebut bisa muncul kembali. Karenanya keberadaan FK Metra ini sangat baik sekali. Dan setelah ada kegiatan seperti ini kami akan menggali kembali tentang kesenian tradional yang ada disini dan kita telah adakan komunikasi dengan kepala desa untuk mengadakan kegiatan atau festival yang bisa mencakup potensi yang ada dimasyarakat di kecamatan Banjarwangi di bulan Agustus dan kita juga akan mengundang dari kecamatan lain seperti Singajaya dan Peundeuy,“ ujar Enjang ketika ditemui usai acara.
Hal senada disampaikan oleh Aris, salah satu pelaku seni di Banjarwangi.  Aris yang merupakan pelaku seni Calung dan Pencak Silat ini mengaku menaruh harapan yang besar kepada pemerintah daerah untuk terus mengembangkan dan melestarikan kesenian tradisional. Karena lestarinya budaya tradisi dengan sendirinya akan sejalan dan mendukun semua program yang digulirkan pemerintah.

“Harapan saya terutama terkait Calung dan Silat serta kesenian sunda lain untuk dibangkitkan kembali. Minta dukungan dalam segala halnya seperti dalam peralatannya. Kami sangat membutuhkan bantuan peralatan kesenian karena kesenian tradisional keadaanya memprihatinkan perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Alhamdulillah kami bersama desa dan kecamatan sudah bersinergi. Dan kita siap mendukung semua program-program pemerintah yang digulirkan oleh pemerintah,†harap Aris ketika ditemui usai menampilkan kesenian Calung.(Budi/SII)

Comments

comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.