HUT Kota Bogor ke-534, Edukasi Museum Gratis

museum bogor foto merahputih.com

Dalam rangka HUT Kota Bogor ke-534 yang jatuh pada tanggal 3 Juni 2016, Pemerintah Selenggarakan Edukasi Museum Gratis terbuka untuk umum.

SII.Bogor–Salah satu program andalan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam memperingati hari jadi yang ke-534, yakni edukasi museum Bogor tak ayal disambut meriah masyarakat luas.

Meski terik sinar matahari membakar kulit, ratusan warga yang mengantri guna pendataan diri masuk museum tampak riang seolah tak merasakan panasnya siang itu.

“Seru, euy,” kata salah satu pengunjung saat merahputih.com berada di tengah antrian masyarakat, di Balaikota Bogor Jalan Ir Juanda, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/5).

Dalam hal itu, Kepala Seksi Pengembangan dan Promosi Wisata Iis Sobariah mengatakan edukasi wisata museum adalah cara Pemkot Bogor untuk menjembatani masyarakat luas yang haus akan informasi kota hujan itu.

Tak ayal, edukasi wisata museum pun menarik perhatian masyarakat luar Bogor dan bahkan dari luar negeri.

“Alhamdulillah, hingga saat ini animo masyarakat cukup bagus. Tidak hanya masyarakat kota Bogor, dari luar daerah seperti Yogyakarta, Semarang pun ikut mendaftar. Bahkan, orang dari Belgia, Australia, Inggris, Jepang, dan Amerika pun rela mengantri untuk edukasi wisata museum,” ucap Iis di sela-sela kesibukannya.

Baca:   Sabang Anggota Baru Kota Pusaka

Menanggapi ihwal demikian, salah seorang mahasiswa dari Jakarta mengaku sangat tertarik akan program tersebut. “Saya sangat suka heritage kota. Kebetulan Bogor mengadakan ini. Sangat senang sekali. Apalagi, besok mau ke Museum Kepresidenan Balai Kirti. Hi hi hi,” tutur Aditia Putri kepada merahputih.com.

Selain Putri, masyarakat kota Bogor sendiri pun mengaku senang bisa masuk Istana Kepresidenan Bogor. “Biasanya, saya hanya melihat dari luar. Sekarang dipersilakan masuk dan menikmati apa yang disajikan. Sayangnya, tidak boleh foto-foto,” tutur pengunjung lainnya.

Prihal aturan tersebut, timpal Iis, memang sangat ketat. Hal tersebut dilakukan guna meminimalisasikan segala kemungkinan yang tidak diinginkan. “Peraturan yang ketat, bukan maksud mempersulit masyarakat, justru untuk kenyamanan bersama,” timpal Iis.

merahputih.com

Comments

comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.