Workshop Video, FKPT Jateng Dan Pesantren API Tegalrejo Teken MoU Cegah Radikalisme-Terorisme

oleh
Workshop Video, FKPT Jateng Dan Pesantren API Tegalrejo Teken MoU Cegah Radikalisme-Terorisme
Tandatangani MoU : Gus Yusuf Chudlary (kiri), menandatangai nota kesepakatan bersama (MoU) di tengah-tengah kegiatan pembukaan workshop. Rabu (31/10/2018)

sorotindonesia.com | Magelang – Penyebaran paham intoleransi banyak tersebar di dunia digital. Terlebih kekuatan paham radikal dan teror didunia maya telah dikonsumsi masyarakat dalam berbagi produk. Video pendek salah satu media yang cepat menyusupkan ajaran mereka. Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme JawaTengah (FKPT Jateng) menjalin kerjasama dengan Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo Magelang untuk bersama-sama membentengi masyarakat dari ancaman pengaruh radikalisme dan terorisme di sela upacara pembukaan workshop video pendek pelajar SLTA yang diselenggarakan BNPT dan FKPT Jateng di aula SMK Syubbanul Wathon Tegalrejo Magelang, Rabu (31/10/2018).

Naskah Memorandum Of Understanding (MoU) secara langsung ditandatangani ketua FKPT Jateng Dr Drs Budiyanto dan Pengasuh Pesantren API Tegalrejo, KH Yusuf Chudlory, dengan disaksikan Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT Dr Hj Andi Intang Dulung, M.HI.

“FKPT Jateng akan bergerak terus untuk mencari mitra strategis dalam upaya membentengi masyarakat dari pengaruh kejahatan kemanusiaan luar biasa ini,” ujar Budiyanto seusai penandatanganan MoU

Perlu diketahui, FKPT Jateng telah memiliki MoU dalam upayanya mencegah paham radikal teror. Kali ini, lanjut dia, MoU dilakukan dengan pesantren API Tegalrejo, selanjutnya akan disusul dengan elemen masyarakat lainnya. Adanya MoU dimaksudkan untuk memperkuat dan memassifkan gerakan pencegahan radikal teror. Semakin banyak dukungan dan kerjasama, diharapkan usaha pencegahan akan semakin luas dan lancar.

KH Yusuf Chudlory atau yang akrab disapa Gus Yusuf menuturkan, gerakan FKPT Jateng menggandeng berbagai pihak untuk menangkal wabah radikal teror merupakan langkah tepat dan perlu didukung. Karena tanpa ada dukungan masyarakat negara akan kesulitan menyelesaikan problem radikal teror. Terlebih dengan adanya kesamaan misi dalam mencegah paham radikal teror.

“Pesantren memiliki misi yang sama dengan FKPT dalam merespon pertumbuhan pengaruh wabah radikal teror, bahkan wabah intoleransi dan ujaran kebencian sedini mungkin dicegah” ujarnya.

Gus Yusuf melanjutkan, Paska MoU kedua pihak harus langsung bergerak mencegah radikal teror sesuai dengan masing-masing fungsinya.

Langkah FKPT dalam menggandeng berbagai elemen masyarakat diapresiasi Andi Intang. Menurutnya, kerjasama-kerjasama yang dilakukan FKPT Jateng selama ini merupakan langkah yang bagus dan tepat. Secara tidak langsung inovasi itu akan memicu tumbuhnya kearifan lokal dalam mencegah radikalisme dan terorisme. (arh)

Comments

comments