Waspadai Narkoba Di Rokok Elektrik

oleh
Narkoba Dalam Rokok Elektrik
Narkoba Dalam Rokok Elektrik

Jakarta.SII—Rokok Elektrik dewasa ini sedang digandrungi oleh anak muda jaman sekarang. Namun tidak sedikit  kalangan orang tua juga menggunakan vave sebagai lifestyle atau gaya hidup. Akan tetapi, gaya hidup tersebut dimanfaatkan oleh sindikat pengedar narkoba jenis ganja.

Salah satunya adalah seorang pria inisial AA (20) yang berhasil dibekuk oleh tim Satnarkoba Polres Jakarta Selatan . AA dibekuk karena terbukti telah mengedarkan cairan untuk vave, bercampur narkoba jenis ganja.

 

Kompol Vivick Tjangkung Kasatnarkoba Polres Jakarta Selatan Gelar Konferensi Pers
Kompol Vivick Tjangkung Kasatnarkoba Polres Jakarta Selatan Gelar Konferensi Pers (Foto: tribunnews.com)

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung mengatakan, mereka menangkap AA pada 17 Maret 2017 lalu di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Di mana pelaku telah menjalankan bisnis haramnya itu selama enam bulan terakhir. “Dari hasil laboratorium, seratusan botol berisi cairan rokok elektronik yang disita dari tangan tersangka berinisial AA (20) itu positif mengandung zat narkoba golongan satu,” kata dia di Polres Metro Jaksel, Kebayoran Baru, Selasa (21/3).

Menurutnya, apa yang mereka ungkap ini adalah bentuk kejahatan modus baru. Di mana sebelumnya pengedar ganja hanya menjualnya dalam bentuk kering untuk dibakar seperti rokok biasa. “Memang tidak semua, cairan vave mengandung ganja, agar masyarakat pengguna lebih waspada karena ada beberapa rasa yang menarik dan mengandung narkoba”, Ujarnya.

Lanjut perwira menengah ini menerangkan, pelaku membuat cairan rokok elektrik itu dengan belajar dari internet. “Cairan yang biasa, lantas dicampur dengan cairan ganja lalu dikemas dan diberikan rasa sesuai selera,” Terangnya.

Per botol yang berukuran 10 mililiternya, pelaku menjual dengan harga Rp 210 hingga Rp 225 ribu. Dalam memasarkannya, pelaku enggan secara terang-terangan, tapi hanya bertransaksi online. “Pelaku menawarkan lewat situsnya www.HND.com, di sana konsumen bisa memilih rasa apa saja, seperti buah-buahan,” Ungkapnya.

Di situs itu sendiri kata Vivick telah terdapat kode untuk rasa yang akan ditawarkan. Kebanyakan pembelinya adalah anak muda yang biasa memakai vave. Meski telah menangkap seorang pelaku, dikatakannya, tak menutup kemungkinan masih ada pelaku lainnya. Modus tersangka pertama kali memanfaatkan medsos, chatting di instagram kemudian menentukan tempat bertemu selanjutnya terjadi transaksi.

Dikarenakan pelaku memproduksi sendiri di rumah atau home industry. Polres Metro Jaksel juga lebih lanjut dikatakannya telah  membidik tempat jual vave atau liquid lainnya yang mencurigakan. Terlebih dijual secara diam-diam atau online. “Kalau yang terbuka mungkin tidak ya, tapi tetap diwaspadai,” sambungnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, AA dapat dituntut  dengan Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika juncto Permenkes Nomor 2 tahun 2017 yang ancaman pidananya mencapai 20 tahun penjara.

(Bhq)

 

Comments

comments