Ustadz Jamming Kenalkan Singel Menunggumu Di Kota Bandung

oleh
Ustadz Jamming Kenalkan Singel Menunggumu Di Kota Bandung
Ustadz Jamming saat memperkenalkan singel lagu Menunggumu di Kopilurs Omalia, Jl. Braga, Kota Bandung, bersama Musisi Hijrah Bandung (Reza Peterpan, dan Mplay Utopia), Sabtu (15/9/2018).

SOROTINDONESIA.COM, Bandung,- Keren, Ustadz Jamming memilih berdakwah dengan mengantarkannya melalui musik beraliran grunge, baik dalam lagu maupun pada monolognya dengan penonton.

Ini bisa terlihat dan dirasakan kala Ustadz Jamming yang dimotori oleh sang vokalis, Yukie Arifin (PAS Band), memperkenalkan singel keduanya yang berjudul Menunggumu (Menjadi Alunan Merdu) di Kopilurs Omalia, Jl. Braga, Kota Bandung, Sabtu (15/9/2018).

Digawangi saat take rekaman oleh Rere Grass Rock (Drum), Ahmad Oktaviansyah (Bass), Didit Saad (Gitar), Indra Q (Keyboard), Yukie Arifin (Vocal), Iday Ismail & Fianny Agatha (Backing Vocal), lagu Menunggumu merupakan lagu karya cipta almarhum Krisna J. Sadrach yang di aransemen ulang oleh Didit Saad (selaku produser musik lagu ini) memiliki tiga spot utama, yaitu pada Lintas Sosok Genre, Aransemen musik, dan Tuturan lirik. Lagu ini diambil dari album terakhir Sucker Head Simphoni Kehidupan (2016) yang berjudul asli Menunggumu. Pilihan sang istri almarhum, Anasthasia R.Y. Sadrach (sekaligus sebagai founder Halaqah Kreatif, A&R dan Concept Development dari Ustadz Jamming).

Insyaallah, lagu ini liriknya tentang sebuah perjalanan dari bingungnya manusia menghadapi persoalan, atau meski kehidupannya mulus tetapi ada kehampaan. Cara memperbaikinya tidak ada yang lain, yakni berserah kepada Allah. Barangsiapa yang mendekat kepadaNya, kita akan seperti punya segalanya. Kita akan menemukan jalan dan jawabanNya,” kata Yukie Arifin kala menjelaskan makna lirik di lagu Menunggumu di sesi press conference bersama wakil producer Adnil Farsal dan salaseorang inisiator Ustadz Jamming, Denny MR.

“Kita seakan-akan hebat, padahal kita tidak mampu. Jadi lagu ini berusaha tuntas menceritakan itu. Ujung-ujungnya kita mah tidak bisa lepas dari hidayah dan petunjuk dari Allah,” tambah Yukie.

Ustadz Jamming, nama untuk kolaborasi musisi tersebut menurut Denny MR muncul dari komunitas pengajian para pekerja kreatif di Jakarta yang disebut halaqah kreatif. “Halaqah kreatif ini ada dari televisi, radio, wartawan, dan temen-temen band. Akhirnya diinisiasi untuk melakukan syiar melalui lagu. Kemudian kita berdiskusi, muncul wacana rekaman singel satu lagu. Yang pertama saya ajak adalah Yukie, kenapa? karena saya pikir sekian lama bekerja dan bertemu dengan PAS Band akan mudah untuk merealisasikan rencana. Namun perjalanannya, saat rencana ini akan direalisir, ada kendala di Yukie, karena Yukie dengan PAS Band banyak syiar-nya keluar kota. Lalu ustadz Yuke juga sebenarnya masuk, namun pada saat kita booking jadwal studio, ternyata ustadz Yuke mempunyai jadwal membawa jamaah umrah. Padahal studio tidak bisa dibatalkan, tapi entah bagaimana, seperti kata mbak Anas (istri almarhum Krisna J. Sadrach) dan Adnil Farsal tadi, tidak ada yang kebetulan. Selagi kita bingung, ada Ivanka, sehingga dia yang isi,” urai Denny.

Konsep dasar Ustadz Jamming dalam memainkan lakon mereka sebagai penyampai pesan-pesan moral melalui bahasa universal yang paling mudah dimengerti dan dipahami serta sekaligus (semoga) mengena di hati nurani para pendengarnya.

Menunggumu adalah singel kedua dari Ustadz Jamming, setelah singel pertamanya berjudul Hingga Waktu yang ditampilkan bertepatan dengan Hari Musik Nasional pada tanggal 9 Maret 2018 yang lalu. Singel lagu Menunggumu diperkenalkan secara off air pertamakali di panggung indie season road to IIMF 2018, Melody Cafe Bar & Lounge, Kamis malam (2/8/18).

Pada kesempatan tersebut di Kopilurs Omalia, dipertunjukkan juga penampilan Handy Hadiwikarta, komposer instrumentalia gitar yang membawakan 2 judul karyanya dengan apik, yakni Tranquality dan Winds of Exuberance. [St]

Handy Hadiwikarta di acara perkenalan singel Menunggumu dari Ustadz Jamming di Kopilurs, Jl. Braga, Kota Bandung.
Handy Hadiwikarta

Comments

comments