Trademark Market Ke-10 Siap Manjakan Kota Bandung

oleh
Trademark Market Ke-10 Siap Manjakan Kota Bandung

BANDUNG,- Trademark Market akan akan digelar untuk ke 10 kalinya di Kota Bandung pada tahun 2018 ini bertemakan Time Machine dengan tagline 10 to The Future.

Trademark Market yang akan menghadirkan kurang lebih 150 tenant, diselenggarakan pada tanggal 30 Agustus 2018 – 2 September 2018, di The Trans Luxury Hotel, Jl. Gatot Subroto, Kota Bandung.

“Dipilihnya Kota Bandung menjadi tempat penyelenggara, karena telah menjadi ikon lahirnya brand-brand lokal berkualitas. Oleh karena itu Trade mark Market diselenggarakan dengan tujuan memberikan kesempatan kepada brand-brand lokal, untuk mempromosikan dan menjual produknya secara nasional,” ujar Media Relation Trade mark Market, Geranuma Taswin, pada siaran pers-nya, (19/8/2018).

Trademark Market sendiri merupakan event tahunan, dengan tema yang unik dan berbeda di setiap eventnya. Dengan tema tersebut di atas, Trademark Market ingin mengajak pengunjung untuk mengarungi lorong waktu untuk mengingat momen-momen terbaik Trademark Market dari event pertama hingga ke-9.

Geranuma menambahkan, “Dengan pengalaman membuat 9 kali event, Trade mark Market ingin membuat event yang ke-10 ini menjadi memorable bagi semua yang berpartisipasi, baik dari tenant maupun pengunjung,” jelasnya.

Event tersebut hadir sejak tahun 2011, dengan rata-rata pengunjung 70.000 dalam 4 hari di setiap gelarannya.

Memiliki konsep one-stop shopping,  sehingga membuat pengunjung disuguhi tidak hanya brand fashion, tetapi juga makanan dan hobbies.

Selain itu, gelaran Trademark Market 2018 akan menampilkan pertunjukan musik dari grup band ternama, seperti Garhana, Munthe, The Suitcase dan Tiara Effendy, ada juga pertunjukan DJ: WYL$, Weekendrounders, Skeii Gold, Badjoe, Cesareno, Alate, Boydroots, Flojo, Rookie x Jeremie, Krisztof, Eil, serta Arata, yang menambah keseruan berbelanja.

Diceritakan oleh Geranuma, Suksesnya event Trademark Market di setiap tahunnya ini tidak terlepas dari peran founder serta timnya. Bermula dari Saira Nisar, founder Trademark Market, menemukan sebuah produk dari brand lokal yang menarik perhatiannya di Jakarta.

Setelah mencari informasi tentang brand lokal tersebut, ternyata diketahui berasal dari Bandung. Saira menyayangkan tidak ada wadah yang membantu brand-brand lokal, untuk memasarkan produknya.

Kemudian, tercetuslah Trade mark Market, emporium fashion terbesar di Bandung sebagai usaha Saira Nisar, memajukan bisnis brand-brand lokal Bandung. Ia ingin brand-brand lokal ini bukan saja terkenal secara Nasional, tapi juga Internasional.

Saira yang merupakan lulusan Lasalle College International Jakarta ini juga menjadi pencetus T-shirt Campaign, sebuah kampanye non-profit yang bertujuan menginspirasi masyarakat Indonesia dalam mendukung produk-produk lokal.

Kampanye tersebut sudah berjalan selama 6 tahun. Sejak dimulainya, tema kaus selalu selaras dengan tema event Trademark Market setiap tahun, kampanye ini semakin mudah diikuti dengan adanya hashtag khusus, #Supportlocal serta akun Instagram @supportlocalbdg, di mana seluruh pencinta brand lokal dapat melihat usaha Trademark Market dalam mengajak mereka berpartisipasi. [***]

 

Comments

comments