Tiongkok, Destinasi Baru Studi Lanjut Mahasiswa Indonesia

oleh

SOROTINDONESIA.COM || Semarang – Tiongkok menjadi destinasi baru bagi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan Strata 2 (S2) dan Strata 3 (S3). Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kultur Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT), Ali Romdhoni mengungkapkan hal tersebut dalam Road Show PPIT yang digelar di Gedung C Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas), Selasa (14/08/2018).

“Kami ingin memperkenalkan Tiongkok sebagai salah satu destinasi negara tujuan pendidikan yang layak dituju. Selain karena sistem pendidikannya yang berkualitas, Tiongkok adalah negara yang terbuka untuk para pelajar,” kata Ali.

Selain itu, Ali menjelaskan ada semacam perilaku istimewa bagi umat islam. Yakni, khusus untuk umat Islam, negeri Tirai Bambu tersebut telah memiliki standar label halal untuk sejumlah makanan. Jadi tidak perlu khawatir akan kesulitan mendapatkan makanan halal di sana. Hal lain yang menjadi alasan mengapa memilih Tiongkok karena pemerintah China menyediakan beasiswa penuh untuk pelajar Indonesia, mulai dari keberangkatan, selama masa studi, hingga kembali ke Indonesia.

Ketua PPIT Cabang Nanchang Itsna Rahma Fitriani menjelaskan, selama libur musim panas, PPIT melakukan sosialisasi program beasiswa pemerintah Tiongkok ke sejumlah kampus di 15 daerah Indonesia.

“Di Semarang kami hadir ke beberapa kampus antara lain UIN Walisongo, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Unwahas, Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) dan Universitas PGRI Semarang (Upgris). Kegiatan yang sama juga diadakan di Makassar, Sumatera dan Kalimantan,” ungkapnya.

Sarasehan Pendidikan tersebut menampilkan tiga pembicara yaitu Ali Romdloni mahasiswa S3 Heilongjiang University mewakili PPIT, Agus Fathuddin Yusuf alumni Nanchang University, Jiangxi Province dan Ma’ruf alumni Ocean University of China. Hal ini sebagai bentuk bakti PPIT pada Indonesia. Dikatakan pula, dengan adanya pelajar Indonesia di Tiongkok menjadi wahana untuk memperkenalkan destinasi wisata Indonesia yang secara tidak langsung sebagai duta bangsa Indonesia, juga untuk menunjukkan eksistensi mahasiswa Indonesia di kancah dunia. (arh)

Comments

comments