Tim Gabungan Polres Wonosobo Tangkap Dua Pendaki di Gunung Sindoro Yang Akan Kibarkan Bendera ISIS

oleh
Tim Gabungan Polres Wonosobo Tangkap Dua Pendaki di Gunung Sindoro Yang Akan Kibarkan Bendera ISIS
Tim Gabungan Polres Wonosobo Tangkap Dua Pendaki di Gunung Sindoro Yang Akan Kibarkan Bendera ISIS

Bendera Merah Putih seyogyanya dikibarkan dengan penuh kebanggaan dan suka ria pada momen HUT RI ke 71 tanggal 17 Agustus 2017. Gaung dan kibarannya melambai-lambai dari Sabang sampai dengan Merauke, dari Timor sampai pulau Miangas serta dari daratan hingga lautan sampai dengan pegunungan. Namun lain halnya dengan 2 orang pendaki yang ditangkap oleh Tim gabungan Apkam di Wonosobo,yang berhasil menggagalkan rencana pengibaran bendera ISIS di puncak gunung Sindoro.

 

 

Wonosobo—  Tim Gabungan yang terdiri dari Polres Wonosobo, Polres Temanggung, intel Kodim Wonosobo, dan Den Intel Kodam IV Diponegoro berhasil menangkap dua orang yang akan mengibarkan bendera ISIS di gunung Sindoro. Kombes Pol  Liliek Darmanto selaku Kepala Bidang Humas Polda Jateng, menyebut para aparat yang menangkap Taufik dan Siwi berasal dari Polres Wonosobo, Polres Temanggung, intel Kodim Wonosobo, dan Den Intel Kodam IV Diponegoro. Menurut Liliek, keduanya sudah mempersiapkan matang-matang rencana pengibaran bendera ISIS.

“Persiapannya sudah, komplet. Ada ada alat mandi, perbekalan makanan, dan bendera ISIS yang akan dikibarkan,” Ujarnya.

 

Dua pria pendaki yang diduga simpatisan ISIS diamankan karena membawa bendera kelompok tersebut. Keduanya masih diperiksa intensif oleh kepolisian. Masing-masing bernama M Taufik Ismail Salam (wiraswasta asal Batang) dan Siwi Prasetyorini (wiraswasta  asal Sleman).

Sementara itu penjelasan dari Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Martinus Sitompul, membenarkan adanya penangkapan itu.

“Keduanya diamankan di depan Rest Area Kledung Pass. Lalu anggota Polres Wonosobo melakukan penggeledahan. Hasilnya, kami dapati barang bukti  bendera ISIS dari tas Siwi, perlengkapan mandi, dan bekal logistik,” ungkap Martinus.

 

Personel gabungan Polres Wonosobo yang dipimpin Kapolres AKBP Aziz Andriansyah segera melakukan sweeping ke pendaki lain.

Mereka juga mengeluarkan himbauan melalui petugas basecamp pendakian di pos pendakian Sindoro dan Sumbing.

 

Berawal dari Informasi Medsos

 

Sedangkan informasi soal niat pengibaran bendera ISIS  di Sindoro didapat melalui media sosial. Selasa (16/8/2016), beredar kabar bahwa kelompok Abu Syamil, simpatisan ISIS  asal Tegal, dan beberapa aktifis grup medsos mengagendakan kopi darat sekaligus idad dengan naik Sindoro pada 17 Agustus. Jumlah simpatisan yang akan naik Sindoro sekitar 8-10 orang. Mayoritas berasal dari daerah Pantura Jateng, yaitu Brebes, Tegal, dan Semarang.Belum diketahui nama-nama mereka karena masing-masing menggunakan nama alias di dunia maya.

 

Rencana agendanya adalah pengibaran bendera ISIS  di puncak Sindoro, tepat saat peringatan Detik-detik Proklamasi pada 17 Agustus pukul 10:00 Wib. Titik kumpul peserta di mushala Rest Area Kledung Pass. Waktu kumpul 16 Agustus pukul 16:30 dan memulai pendakian pukul 21:00.0.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.