Tim Densus 88 Bekuk Jaringan Teroris Di Lampung Yang Berencana Melakukan Aksi Di Bali

densus-88
densus-88

Upaya Pihak Polri dalam rangka mengungkap jaringan teroris Bahrun Naim berlanjut, dengan keberhasilan Tim Densus 88 membekuk tersangka teroris di Lampung yang berencana melakukan serangkaian teror di Surakarta dan Bali

 

 

Jakarta — Tim Densus 88 Antiteror Polri membekuk seorang jaringan terduga teroris Nur Rohman dan Bahrun Naim (Terduga teroris bom Thamrin). Selain Mapolresta Surakarta, kelompok ini juga sempat berencana beraksi di Bali. Demikian keterangan dari Kepala Biro Penmas Polri Brigjen Agus Rianto di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (19/8/2016).

“Kelompok mereka juga beberapa waktu lalu akan melakukan kegiatan amaliyah maupun melakukan aksinya di Bali. Selain yang di Polresta Surakarta,” Ungkapnya.

Yang dibekuk di Lampung adalah DA. Berdasarkan pemeriksaan, DA aktif merencanakan bom bunuh diri di Polresta Surakarta. DA juga aktif berkomunikasi dengan Bahrun Naim.

“DA ini juga merupakan penerima dana dari salah seorang tersangka lain untuk membawa bahan peledak yang akan digunakan saat bunuh diri di Polresta Surakarta. Jadi membawa bahan peledak dari Lampung ke Surakarta,” Terangnya.

 

BB Yang Berhasil Diamankan

 

Agus juga membeberkan barang bukti yang berhasil diamankan oleh Densus 88 diantaranya, Notebook, CPU , paralon dan alat dan bahan peledak lainnya.

Baca:   Pelaku Teror Bom Panci Taman Pendawa Sempat Kuasai Kantor Kelurahan Arjuna

“Di sana antara lain menemukan soldier listrik kemudian ada beberapa kabel, ada konektor, ada juga swithching alat yang akan dihubungkan dengan konektor tadi,” ujar Agus.

“Kemudian ada beberapa pipa paralon, gotri, ada dokumen dan juga ada tiga buah notebook,” sambungnya.

Selain itu, barang bukti lainnya yang ditemukan yaitu beberapa sim card, 13 hardisk external, 47 CDR, dan tiga CPU.

“Kita terus lakukan pengembangan terhadap DA dan jaringannya. Mudah-mudahan upaya-upaya yang kita lakukan betul-betul mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat dan kami juga mampu mengungkap dan menuntaskan semua permasalahan peristiwa yang terjadi selama ini,” bebernya.

Setelah itu, penggeledahan juga dilakukan di warnet AZ tempat DA bekerja. Di lokasi ini, penyidik menemukan satu wadah yang berisi sekitar 150 gram crystal warna putih.

“Setelah kita lakukan pemeriksaan secara ilmiah ternyata itu adalah merupakan sejenis triaseton triperoksida (TATP) merupakan salah satu bahan peldak primer dengan kekuatan yang cukup besar atau high explosive,” ungkapnya.

(bhq)

Comments

comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.