The Papandayan Jazz Fest 2018, Perayaan Musik Multi Genre

oleh
TPJF 2018 press conference, menghadirkan (ki-ka) Gugun Blues Shelter, Harry Pochang, Bobby Renaldi, dan Venche Manuhutu.
TPJF 2018 press conference, menghadirkan (ki-ka) Gugun Blues Shelter, Harry Pochang, Bobby Renaldi, dan Venche Manuhutu di Mirten Lounge The Papandayan, Jumat (21/9/2018).

SOROTINDONESIA.COM, Bandung,- The Papandayan kembali selenggarakan festival musik bertajuk The Papandayan Jazz Fest 2018 (TPJF). Event yang diberi tema Have Fun Go Jazz ini akan digelar mulai tanggal 4 hingga 6 Oktober 2018.

Mengusung logo baru yang tampak lebih ceria, menggantikan logo penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, pesta jazz yang menginjak tahun ke 4 ini akan menghadirkan tidak hanya musisi dari genre musik jazz saja, namun juga dimeriahkan oleh musisi genre lainnya, seperti blues, pop, dan musik alternatif.

“Kami bersyukur, program tahunan yang dimulai sejak tahun 2014 ini, dirasakan semakin bernutrisi, semakin berisi, sekarang di tahun 2018 dilengkapi dengan adanya beberapa genre musik yang ikut selain jazz. Ini disisipkan untuk beberapa permintaan dan animo dari generasi milenial saat ini, sehingga line up musik ini saya melihat dari tahun ke tahun semakin baik, semakin menunjukkan kualitas dari jazz festival di Hotel Papandayan ini,” kata Bobby Renaldi, GM The Papandayan saat konferensi pers di Mirten Lounge yang dihadiri oleh kurator TP Jazz, yakni Harry Pochang dan Venche Manuhutu serta Gugun Blues Shelter, Jumat (21/9/2018).

Diterangkan oleh Bobby, “Setiap bulan Oktober sudah dideklarasikan oleh Ridwan Kamil, yang kini menjabat Gubernur Jawa Barat, adalah bulan jazz di Kota Bandung. Ridwan Kamil juga pernah menyampaikan bahwa Papandayan merupakanĀ the address of jazz in Bandung. Predikat tersebut tentunya bukan sesuatu yang mudah, karena kami harus mempertanggungjawabkan deklarasi itu dengan menyuguhkan produk-produk yang semakin baik dari tahun ke tahun. Mudah-mudahan, tahun depan juga akan dihadirkan International Keroncong Festival. Di Papandayan sudah dihadirkan keroncong ini setiap dua minggu sekali,” ungkapnya.

Bobby berharap, dengan partisipasi para musisi di TPJF 2018 menjadi pemicu dan penyemangat bagi produktifitas musisi dalam bermusik.

Sebagai pembuka road to TPJF, The Papandayan akan mengadakan Interupsi Jazz pada tanggal 26 dan 29 September 2018. Untuk tanggal 26 September, venue yang dipilih adalah di Jl. Asia Afrika, menghadirkan band jazz 5 Petani. Selanjutnya venue kedua tanggal 29 September 2018, di Jl. Braga, menampilkan Garhana.

Sedangkan jadwal yang sudah disusun untuk acara TPFJ 2018, pada hari pertama tanggal 4 Oktober 2018, akan tampilĀ Gugun Blues Shelter, 3 Generation of Jazz Guitar (Tohpati, Oele Pattiselano, Tio), Didiet Violin Combo, David Manuhutu Project, Marcomarche, Jon Kastella, Madame & Toean, dan New Blood.

Hari kedua tanggal 5 Oktober 2018, akan dimanjakan oleh RAN, Dwiki Dharmawan, 4 Bassist, KSP, Blue Ocean Project, 57 Kustik, Big Chord, Sandi Winarta, Nadine The Accoustic Trio, Dion Subiyakto ft. Mergie Segers, dan D’Jazz Music School.

Tanggal 6 Oktober yang merupakan hari terakhir dan puncak event TPJF 2018, tampil musisi Isyana Sarasvati, Yuri Mahatma, Elfa’s Singers, Sri Hanuraga Trio, Agis Kania, Prass, Dhira Bongs dan Curly Me.

Untuk dapat menikmati musik festival ini di The Papandayan, pengunjung cukup membayar Dinner or Snack Charge mulai dari Rp 150 ribu. [St]

Comments

comments