Teror Di Akhir Tahun 2016

oleh
Teror Di Akhir Tahun 2016
Teror Di Akhir Tahun 2016

Dilaporkan 1 orang Prajurit TNI tewas, saat terjadi kontak senjata di Poso, Sulawesi Barat dengan kelompok jaringan MIT (Mujahidin  Indonesia Timur) yang dulu pernah dipimpin oleh almarhum Santoso. Densus 88 Polri pun telah menggagalkan dan menangkap terduga teroris dari jaringan Bahrum Naim  di Sumatra Utara.

Jakarta– Berdasarkan laporan yang diterima oleh redaksi SII bahwa hari Selasa 20 /12/2016 seklra puku12.30  waktu setempat  telah terjadi kontak tembak antara Tim Nanggala 8 Satgas TINOMBALA dengan Pok MIT.di  Kampung Maros, Desa. Maranda Kec. PPU, Kab. Poso,  Pok MIT oleh tim Nanggala 8 Satgas Tinombala. 1 orang  anggota Tim Nanggala 8 an. Pratu Yusuf Bahrudin mengalami   luka tembak di bagian punggung. Setelah dievakuasi prajurit Kopassus TNI ini  meninggal dunia di  RSUD Poso.

pratu yusuf
#pratu yusuf (semasa hidup)

 Densus 88 Melakukan Penangkapan Teroris jaringan Bahrum Naim

Hari Rabu tanggal 21/12/ 2016 sekitar pukul 12.00 Wib di rumah milik  Sdr. Herman Lubis Jalan Deli Tua Dusun 3 Aji Baho Kec. Sibiru Biru Kab. Deliserdang Prov. Sumut, telah dilakukan penangkapan terhadap DPO tindak pidana Terorisme, oleh tim gabungan dari Densus 88 AT dan Polda Sumut.

Oknum warga yang merupakan DPO tindak pidana Terorisme tersebut  adalah

– Nama : SYAFII,

– NIK : 2171020307890002, – Ttl : Bukit Lawang/03 Juli 1989,

– Alamat sesuai KTP Bida Ayu Blok E No. 53 Rt. 001 Rw. 015  Kelurahan Mangsang Kec. Sungai Beduk Kota Batam Prov. Kepri,

– Alamat saat ini jl. Deli Tua – Patumbak Dusun 3 desa Aji Baho kec. Sibiru Biru Kab. Deli Serdang.

Tersangka merupakan DPO TP Terorisme, dengan track record sebagai berikut  :

  1. Bergabung dalam kelompok KATIBAH GONGGONG REBUS (KGR) pimpinan GIGIH RAHMAT DEWA, bersama-sama merencanakan kegiatan amaliyah (tindak pidana terorisme) dibawah kendali BAHRUNNAIM ANGGIH TAMTOMO;
  1. Bersama-sama dengan anggota KGR lainnya memfasilitasi 2 (dua) WNA Republik Rakyat Tiongkok (RRT) etnis Uyghur (Ali @ Faris Kusuma @ Nu Mehmet Abdulah Cuma dan Doni Sanjaya @ Muhamad @ Halide Tuerxun) yang termasuk dalam jaringan teroris the East Turkestan Islamic Movement masuk ke Indonesia secara ilegal dan menyembunyikan keberadaannya selama di Batam;
  1. Mengetahui dan ikut serta dalam menjalankan/mengelola Rafiqa Travel milik Rafiqa Hanum (Istri BN) dan BAHRUNNAIM alias ABU AISYAH;
  1. Mengikuti baiat pada ISIS bersama-sama anggota kelompok KGR pada bulan Agustus 2016 di Sungai Ladi, Batam;
  1. Memiliki peran sebagai pengrekrut orang yang akan bergabung dalam kelompok KGR.

Setelah ditangkap, pelaku dibawa ke Mako Sat Brimobda Sumut untuk diinterograsi, dan rencananya besok akan diterbangkan menuju Jakarta. Kemudian Tim melaksanakan Koordinasi dengan Team Surveillance dan Tim Tindak Densus 88 AT Mabes Polri di Rumah Makan Ikan Bakar Acia dalam rangka konsolidasi Cara bertindak dan penanganan dalam mengamankan Terduga Tindak Pidana Terorisme Dpp Kombes Pol. Dayan.Selanjutnya  Tim Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kepri Melaksanakan Konsolidasi Jajaran untuk Memploting dan menyiapkan Unit Tindak, Unit Jibom dan Unit Pam Area serta menentukan CB dlm Giat Back Up Densus 88 AT Mabes Polri. Setelah dilakukan koordinasi dan back up, Tim  Tindak Gabungan Densus 88 AT Mabes Polri dan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kepri Mengamankan Terduga Terorisme dan membawanya ke Makosat Brimob Polda Kepri.

densus1 di kepri
densus1 di kepri
Kelompok Bahrum Naim di Batam

Rabu, Tanggal 21 Desember sekitar Pukul 08.00 Wib Tim Gegana melakukan pengembangan kasus  dan sekira pukul 09.00 Wib Tim Surveillance dan Tim Tindak dari Ds ensus 88 AT Mabes Polri menempati posisi untuk memantau pergerakan Terduga Tindak Pidana Terorisme di TKP kejadian.

Dan sekira pukul 16.15 Wib Timm Densus 88 AT Mabes Polri Mengamankan Terduga Tindak Pidana Terorisme di TKP penangkapan menuju Makosat Brimob Polda Kepri.

DPO yang berhasil ditangkap antara lain:

  1. Nama : HARI ABISOKO alias ABISYA
  2. TTL : Palembang/18 Agustus 1988
  3. NIK : 2171111808889001
  4. Jenis Kelamin : Laki-laki
  5. Pekerjaan : Swasta
  6. Kewarganegaraan : WNI
  7. Alamat : Sagulung Bahagia Blok N/3 Rt. 003 Rw. 008 Kelurahan Sungai Lekop Kecamatan Sagulung Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau 29434

lokasi penangkapan  perumahan Sagulung Bahagia blok N/3 RT 003 RW. 008 Kelurahan Sungai Lekop Kec. Sagulung Kota Batam

Track record DPO yang dimaksud antara lain:

Abisya mengetahui keberadaan Uighur di batam. dan Abisya turut menyembunyikan Uighur. Selain itu Abisya dan GRD yang memandu Bai’at pok KGR di Hutan seladi batam dan di perumahan pasar botania II pada bulan agustus dan september 2015. Serta Abisya pengelola biro perjalanan “RAFIQA TRAVEL” atas perintah bahrumnain, dan dana nya dari bahrumnaim. Di dalam pok KGR abisya berperan sebagai perekrut orang yang akan bergabung ke pok KGR.

Kewaspadaan Masyarakat Saat Natal 2016 Dan Tahun Baru 2017

Tercatat sebelumnyaMabes Polri berhasil mengungkap empat orang terduga kelompok terorisme di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu 10 Desember 2016. Rencananya bom dalam panci tersebut akan dioperasikan di sejumlah objek vital pemerintahan yang ada di Jakarta Pusat. Selain itu di Indihiang Tasikmalaya.

Melihat hal tersebut, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan mengingatkan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru 2017.

“Lemkapi minta kepada jajaran polri mulai dari Kapolda, Kapolres dan Kapolsek agar tingkatkan kewaspadaan dan jangan pernah lengah, khususnya menjelang malam natal dan malam pergantian tahun 2017,” kata Edi, Jakarta, Senin (12/12/2016).

Edi menilai, sangat mungkin akan ada aksi balasan sebagai bentuk kemarahan jaringan ini, mengingat beberapa jaringanya ditangkap polisi. Oleh karena itu, ia menginmbau warga lebih aktif dalam memberikan informasi kepada Polisi jika ada hal yang mencurigakan.

“Kami minta Polri waspadai aksi teroris lainnya,” lanjutnya.

Selain itu, Edi juga memberikan apresiasi kepasa polri atas kinerjanya menangkap dan mengagalkan rencana peledakkan bom bunuh diri di Istana Negara. “Kita apresiasi kinerja tim densus 88 polri yg bergerak cepat  melumpuhkan teroris yg akan meledakan bom bunuh diri,” tuturnya.

Kemudian, Edi menyebutkan keberhasilan polisi dalam menggagalkan aksi kelompok radikalisme tersebut adalah bentuk pengawasan sejak lama.

(Gendhis- Bhq)

Comments

comments