Telkom University Serahkan Unit Septictank Gantung Dan Composting Toilet Untuk Warga Sukapura Dayeuhkolot

oleh -
Universitas Telkom Serahkan Unit Septictank Gantung Dan Composting Toilet Untuk Warga Sukapura Dayeuhkolot

KAB. BANDUNG, sorotindonesia.com,- Peran perguruan tinggi untuk turut mewujudkan Citarum Harum mulai terasa demikian penting, selain kontribusi dari sisi inovasi teknologi ataupun dalam cara merubah mindset warga masyarakat terhadap pengelolaan limbah dan sampah rumahtangganya.

Tidak terkecuali bagi Universitas Telkom atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tel-U (Telkom University) yang berlokasi di Desa Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, yang pada program pengabdian kepada masyarakatnya, dalam kurun waktu satu tahun kebelakang ini tetap konsisten menghadirkan beberapa inovasi dan pemanfaatan teknologi untuk membantu mindset warga masyarakat agar percepatan pengendalian kerusakan dan pencemaran DAS Citarum dapat segera terwujud.

Kali ini datang dari Fakultas Rekayasa Industri Tel-U, melalui Dr Anton Abdulbasah Kamil, Ir Ahmad Musnansyah, Ms., dan Boby Beta Sagita, S.E, M.M., menyerahkan unit Septictank gantung yang menggunakan saringan nano bubbles serta Composting toilet kepada Satgas Citarum Sektor 21 untuk kemudian diberikan kepada Kepala Desa Sukapura untuk dimanfaatkan oleh warga masyarakat.

“Satu set septictank gantung ini bisa digunakan oleh hingga 60 kepala keluarga,” ujar Anton pada paparannya di Balai Desa Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, yang juga dihadiri oleh Dansektor 21 Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP, M.Si., beserta jajaran, Pejabat Kepala Desa Sukapura Agus Rustandi yang diwakili oleh Sekdes H. Ade Sahya, warga dan tokoh masyarakat, Selasa (9/7/2019).

“Kita sudah sama-sama tau bahwa Sungai Citarum pernah dinobatkan sebagai salasatu sungai terkotor di dunia. Kita sekarang memulai untuk tidak membuang sampah ke sungai, tetapi kita tidak sadar membuang air cucian yang mengandung deterjen dan air mandi ke sungai yang bercampur dengan limbah industri, yang mengakibatkan micro organisme sungai mati. Akibatnya, sungai menjadi bau karena tidak ada oksigen. Kita semua berharap, sungai kembali bersih dan banyak ikan dan juga dimanfaatkan untuk berenang,” beber Anton.

“Kita saat ini ada ide yang dinamakan teknologi septictank gelembung nano (nano bubbles). Jadi, saat mengalir ke sungai tidak lagi mengandung bakteri,” ungkapnya.

Biaya perakitannya per unit, kata Anton, sekitar Rp 5 juta.

Pada kesempatan tersebut, Kolonel Yusep memaparkan tentang Program Citarum Harum berikut progress yang selama ini telah dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan di DAS Citarum, termasuk di anak sungai yang menjadi tanggung jawab Sektor 21 di Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang dan di Kota Cimahi.

Dansektor 21 Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP, M.Si., menyampaikan sosialisasi progress Citarum Harum di Balai Desa Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Selasa (9/7/2019).

Ahmad Musnansyah menambahkan pada gilirannya sebagai pembicara, “Saya setuju dengan paparan Dansektor bahwa sungai harus dijaga. Karena sudah tertulis di Al Baqarah 25-29. Kita dari kampus apa yang bisa dilakukan, tidak hanya berbicara saja,” ujarnya.

“Saya sebagai dosen, bangga dengan TNI, tentara di luar negeri pengabdiannya beda dengan TNI,” ucapnya.

Diingatkan oleh Ahmad Musnansyah, “Perang Dunia ke 3 adalah rebutan air bersih,” tegasnya.

Menyitir dari yang dikatakan oleh Aa Gym, Ahmad mengungkapkan untuk merubah mindset, mari kita mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, dan mulai dari sekarang.

“Kita jangan hanya ngomong saja, tapi apa yang bisa kita lakukan,” ucapnya memotivasi.

“Ambang batas untuk Bandung Selatan 5000 kali lipat dari ambang batas yang ditentukan, data ini dari Kabupaten Bandung. Septictank komunal (pipa gendong) yang direncanakan pemerintah belum terjadi, mungkin karena mahal. Jadi, kita coba terapkan septictank dengan nano bubbles ini. Produk ini kita buktikan di masyarakat, tetapi kita butuh masukan atau feedback untuk perbaikan,” jelasnya.

Syaratnya, kata Ahmad, septictank gantung ini jangan dicampur cairan yang mengandung deterjen, karena akan mematikan bakteri pengurai alami.

Kemudian acara berlanjut ke penyerahan secara simbolis Septictank gantung dan Composting toilet dari LPM Tel-U kepada Dansektor 21 Citarum Harum Kolonel Yusep, lalu Kolonel Yusep memberikannya kepada Sekdes Sukapura H. Ade Sahya. Dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Saat diwawancarai wartawan, Kolonel Yusep menjelaskan, “Hari ini ada kegiatan dari Tel U, adanya pemberian bantuan septictank dan Composting toilet kepada masyarakat RW 01 Desa Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot. Nah, kesempatan ini saya manfaatkan untuk memberikan sosialisasi tentang Citarum Harum,” jelasnya.

Alhamdulillah, Tel-U sudah bisa kolaborasi dengan Satgas Citarum khususnya Sektor 21 dengan memberikan septictank ini untuk bisa digunakan oleh 60 kepala keluarga, sehingga diharapkan mengurangi limbah rumah tangga yang dibuang ke Sungai Cikapundung. Mudah-mudahan kerjasama ini bisa kita tingkatkan terus, sehingga semua masyarakat di bantaran sungai yang masih B.A.B-nya ke sungai langsung, bisa terus berkurang,” ucap Dansektor.

Langkah ini baru permulaan yang digagas oleh Tel U ini, kata Kolonel Yusep, mudah-mudahan instansi dan perusahaan lain tergerak ikut memberikan kontribusinya kepada Citarum Harum ini.

H. Ade Sahya mewakili Desa Sukapura mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah merencanakan kegiatan ini, “Semoga yang direncanakan ini mendapatkan ridho dari Allah SWT untuk kebaikan masyarakat Desa Sukapura. Jika ada hal-hal yang perlu dikerjasamakan dengan kami, insya Allah, kami siap. Terutama kepada masyarakatnya itu sendiri harus mau menerimanya dengan senang hati dan lebih baik lagi kedepannya,” ucapnya.

“Kami sangat menyambut baik dengan adanya Tel U dan TNI yang sudah bekerja keras untuk membersihkan sungai. Semoga masyarakat juga sudah sadar untuk sana-sama kita jaga sungai,” pungkasnya. (St)

Septictank gantung menggunakan nano bubbles dari Tel-U

Comments

comments