Tanggul di Karangmalang Jebol, Warga Desak BBWS Segera Memperbaiki

oleh

Ciamis, ( SI ) – Warga Desa Puloerang Kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis mendesak pihak BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Citanduy agar segera memperbaiki jalan dan tanggul yang jebol di Dusun Karangmalang. 

Menurut salah seorang tokoh masyarakat, sekaligus warga Desa Puloerang, Bapak Oyon ( 60 thn ), saat ditemui oleh wartawan mengatakan, “Sudah sekitar 8 bulan tanggul jebol yang ada di Dusun Karangmalang Desa Puloerang ini belum disentuh. Kalau tidak ada perbaikan, lahan pertanian yang luasnya sekitar 50 hektar terancam tidak akan bisa ditanami,” ungkap Oyon.

Lahan pertanian yang terendam akibat jebolnya tanggul di Dusun Karangmalang
Lahan pertanian yang terendam akibat jebolnya tanggul di Dusun Karangmalang

Lanjut Oyon, kami orang kecil merasa tidak diperhatikan oleh Pemerintah, dan kami tidak bisa menanam padi, karena lahan pertanian kami kebanjiran, kami semua akan rugi dan mau makan apa, terangnya.

Kepala Dusun Karangmalang, Deni Sujani, membenarkan apa yang menjadi keluhan masyarakatnya, terkait belum diperbaikinya tanggul yang jebol, kami sebagai Kepala Dusun terus berkordinasi dengan pihak Pemerintah Desa Puloerang, jelasnya.

Rusmana Kepala Desa Puloerang, saat ditemui diruang kerjanya, Kamis ( 12/10/2017 ) mengatakan, ada sekitar kurang lebih 50 hektar lahan dari 2 Desa yang terkena dampak jebolnya tanggul, yaitu Desa Puloerang Kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis dan Desa Kujangsari Kecamatan Langensari Kota Banjar, terangnya.

Akibat jebolnya tanggul tersebut, dari luasan lahan tersebut petani mengalami kerugian dari satu musim panen sekitar 840 juta rupiah, jelas Rusmana.

Seharusnya pihak BBWS segera merespon, apalagi Pemerintah Pusat saat ini sedang menggalakan program percepatan pertanian untuk peningkatan ketahanan pangan Nasional, tambahnya. ( Herman )

Comments

comments