Susan, Juara Umum SMA 1 Wamena Menjadi Duta Paskibraka 2016 Asal Papua Di Istana Negara

oleh
Susan, Juara Umum SMA 1 Wamena Menjadi Duta Paskibraka 2016 Di Istana Negara
Susan, Juara Umum SMA 1 Wamena Menjadi Duta Paskibraka 2016 Di Istana Negara

Susan sapaan akrabnya, Manasena Susana Gibannebit Giban, nama lengkapnya. Terpilih menjadi anggota Paskibraka pada HUT RI ke 71 Tahun 2016. Ia adalah salah seorang puteri Papua dari 4 orang duta Papua dari 68 jumlah keseluruhan anggota Paskibraka yang tengah menjalani latihan di di Lapangan PP-PON Menpora, Cibubur, Jakarta.

 

 

 

Jakarta–Setelah menjalani seleksi ketat sejak akhir pekan lalu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) secara resmi mengumumkan 68 petugas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang akan bertugas di Istana Negara, Jakarta, pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2016 mendatang.

Seperti yang dirilis dari Setkab.go.id bahwa Pelaksana Tugas Sekretaris Menpora (Sesmenpor) Sakhyan Asmara dalam keterangan tertulisnya Selasa (26/7) mengatakan,  ke-68 petugas Paskibraka itu terdiri atas 34 putra dan 34 putri yang berasal dari 34 provinsi di tanah air. “Mereka terpilih dari 136 peserta yang mengikuti rangkaian seleksi yang digelar panitia,” ujarnya.

Seleksi itu, lanjut Sakhyan, meliputi delapan tahap, di antaranya tes fisik, ilmu pengetahuan, tes kesehatan hingga tes kemampuan individu.

 

 

Manasena Susana Gibannebit Giban
Manasena Susana Gibannebit Giban

68 nama petugas Paskibraka 2016

Inilah ke-68 nama yang terpilih menjadi petugas Paskibraka 2016:

1. Aceh 
Rayhan Aditya Ramadhan
Cut Aura Maghfirah PutriKeme

2. Sumatera Utara

Arsy Ardan Lubis
Fitri Faujiah

3. Sumatera Barat
Muhammad Fachri
Janatun Maqwa

4. Riau
M. Elzi Febriantino
Dinda Kamia Evkha Putri

5. Kepulauan Riau
Achmad Aridkara
Fionna Sharleen

6. Jambi
Aldi Trikurniawan
Sheila Roespinanda

7. Sumatera Selatan
Tri Wahyu Hambrata
Jennifer Gresyana Soputan

8. Bangka Belitung
Muhammad Ridho Agung
Andrea Nuzulia

9. Bengkulu
Ilham Massaid
Tasya Nabilah

10. Lampung
Ridho Ardiansyah
Sahara Nugra Diani

11. DKI Jakarta
Amarik Fakhri Marliansyah
Nilam Sukma Pawening

12. Jawa Barat
Alldi Padlyma Allamurochman
Gloria Natapradja Hamel

13. Banten
Muhammad Aditya Ersyah Lubis
Audrey Gabriella Yudiono Putri

14. Jawa Tengah
Stanley Otniel Nagatan
Tabriza Aqila Taqiyya

15. D.I. Yogyakarta
Muhamad Rival Hidayat
Adinda Awliya

16. Jawa Timur
Moch. Alvin Faruq Asshegaff
Melinnia Hilda Mareta

17. Bali
Komang Arya Ananta, S.P
A.A. Sg. Saviti Mahawishwa Karmani

18. Nusa Tenggara Barat
Biyan Kamaruzzaman
Loly Marissa Pratami

19. Nusa Tenggara Timur
Daniele Parlindungan Kause
Betrik Priscilla Fernandez

20. Kalimantan Barat
Muhammad Akbar
Nazya Martha

21. Kalimantan Tengah
Bima Arivaza Danurahman
Bela Ananda Anugrahni

22. Kalimantan Selatan

Abu Assadiki Ujudillah
Lawrenza Fifiyen Gafuri

23. Kalimantan Timur
Gery Yulisan Ramadhan
Jeanne Rahmawati Sari

24. Kalimantan Utara
Wahyu Brata
Musvika

25. Sulawesi Utara
Reyvelino Sasiang
Krisan Valerie Sangari

26. Sulawesi Barat
Chandra Gunawan
Ade Yuliana Iswan

27. Sulawesi Tengah
Ahmad Syaifullah Said
Lvana Bianti Lumanga

28. Sulawesi Tenggara
Syukran Maulana
Beatrix Tinduka

29. Sulawesi Selatan
Andi Tendri Sumpala
Almira Bellinda P

30. Gorontalo
Rahmat Duhe
Febiola Rauf

31. Maluku
Laurensius G.R. Rentanubun
Ayu Astria Umalekhoa

32. Maluku Utara
H. Argo Widyantama
Kartika Ridwan

33. Papua Barat
Daniel D.H. Sayori
Fifia Filafani Irjouw

34. Papua
Arnaldi Doncorys Waroy
Manasena Susana Gibannebit Giban.

Susan Ingin Jadi Pilot

Susan mengatakan bahwa Diklat Paskibraka telah mengajarkannya beretika dengan baik dan benar. Mengharuskannya untuk selalu sopan, memiliki watak dan karakter, juga jasmani yang secara tidak langsung telah terbentuk. “Jadinya tidak kaget untuk menyesuaikan diri dengan cita-cita di masa akan datang,” Ujar Susan.

Susan ingin sekali menjadi seorang Pilot Perempuan. Susan yang baru saja meraih  predikat sebagai juara umum di SMA Negeri 1 Wamena ini terus belajar agar otaknya lebih berisi. Susan sadar, menjadi Paskibraka saja tidak cukup untuk menjadi seorang pilot tanpa prestasi di bidang akademik. “Rata-rata nilai saya memang 8,5 sampai 9,5 tapi bahasa Inggris saya masih harus diperbagus lagi. Maka itu saya ikut les bahasa Inggris,” kata Susan.

(bhq)

Comments

comments