Sungai Dicemari Limbah Warna Warni, Elemen Masyarakat Dari LSM PMPRI Unjuk Rasa Ke Kantor Pemkot Cimahi

oleh
Elemen Masyarakat dan LSM PMPRI laksanakan aksi unjuk rasa di Pemkot Cimahi terkait dengan limbah industri yang mencemari sungai di wilayah Kota Cimahi

CIMAHI,- Limbah aneka warna yang sudah sekian lama dibuang oleh pabrik dan industri lainnya ke aliran sungai di wilayah Kota Cimahi, membuat warga dan elemen masyarakat dari Lembaga Swadaya Masyarakat Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (LSM PMPRI) geram. Aspirasi terkait pencemaran lingkungan ini dituangkan dalam bentuk aksi unjuk rasa yang dilaksanakan di gerbang Pemkot Cimahi pada hari, (4/6/2018).

Pada aksi tersebut, massa dari LSM PMPRI membawa dan menyerahkan 10 sak semen sebagai simbol bagi Pemkot Cimahi yang dianggap lemah dalam mengawasi dan menindak para penjahat lingkungan yang terindikasi mencemari sungai.

“Ini adalah aksi kedua kita yang mengangkat tema lingkungan hidup. Dua minggu lalu kita sudah melakukan aksi yang sama di Kantor Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat dan Gedung Sate. Kegiatan hari ini adalah untuk menjawab aksi kita sebelumnya, bahwa kita akan melakukan aksi bergelombang, yang pertama di Kota Cimahi, dan selanjutnya kita akan melakukan aksi di Kabupaten Bandung dan yang ketiga kita akan melakukan aksi di Kota Bandung dan yang keempat kita akan melakukan aksi yang sama di kantor pemerintah Kabupaten Bandung Barat,” kata Sekjen PMPRI Fajar Budhi Wibowo pada awal orasinya.

Diterangkan oleh Fajar, “Keempat kabupaten dan kota tersebut adalah penyumbang terbesar dari pencemaran lingkungan, terutama di Daerah Aliran Sungai Citarum,” kata Fajar. “Di Kota Cimahi, ada sekurangnya 500 pabrik, banyak perusahaan nakal yang langsung membuang limbah ke aliran sungai, dan aliran sungai tersebut bersentuhan langsung dengan masyarakat,” imbuhnya.

“Kita yang sekarang disini, perwakilan-perwakilan masyarakat, yang terkena dampak langsung dari limbah-limbah industri tersebut, betul tidak?” tegasnya, dan diiyakan oleh peserta aksi.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Fajar, “Kita masyarakat Kota Cimahi, meminta pertanggungjawaban kepada pemerintah Kota Cimahi, untuk tidak cuci tangan dengan adanya pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh pabrik-pabrik dan industri di Kota Cimahi. Limbah tekstil dan lainnya sangat parah di Kota Cimahi, namun apa yang didapat oleh masyarakat itu sendiri? Jangan sampai kita mati di lumbung padi sendiri. Kita lihat, tenaga kerja berapa persen yang menyerap warga Kota Cimahi di wilayah pabrik. Yang kedua, masalah lingkungan, hampir 100 persen warga Kota Cimahi yang berada tinggal dekat pabrik-pabrik merasakan dampak negatifnya. Seperti limbah padat, limbah cair maupun limbah udara,” urai Fajar.

Menurut Fajar, walaupun sudah diundang untuk audiensi, audiensi saja tidak akan menyelesaikan masalah, yang menyelesaikan masalah adalah pemerintah Kota Cimahi semuanya hari ini harus turun melakukan sidak, agar bisa melihat dan memahami kondisi sebenarnya. “Mari Bapak Walikota dan Wakil Walikota temui kami, sebagai warga masyarakat, rakyat anda sedang menjerit menyampaikan aspirasi,” teriaknya.

“Setelah aksi ini, kita akan bersama dengan walikota untuk menuju ke Jl. Industri, kita bawa semen, kita cor saluran limbah pabrik-pabrik tersebut. Bila yang terhormat walikota tidak berani, kita sanggup untuk melakukannya. Warga masyarakat tidak akan pernah takut, karena warga yang selama ini merasakan dampak dari limbah tersebut,” sebut Fajar.

“Pemerintah Kota Cimahi jangan hanya berteriak mendukung Citarum Harum, tapi ngan¬†cicing wae (hanya diam saja), mari kita beraudiensi diluar sini sambil beraksi,” ajak Fajar.

Akhirnya peserta aksi ditemui oleh Kepala Badan Kesbang Kota Cimahi Totong Solehudin. “Saya atas nama Pemerintah Kota Cimahi, kami mengapresiasi kepada rekan-rekan dan warga masyarakat, yang telah menyampaikan maksud dan tujuannya yang positif. Kami pun tidak ada kata lain, mari kita selesaikan bersama-sama menyelesaikan¬† masalah-masalah atau PR besar kita, dan sekarang jika kita kembalikan harumnya Citarum, mari kita kawal sama-sama,” kata Totong sambil mengundang para peserta aksi masuk ke dalam Kantor Pemkot Cimahi. “Ada baiknya kita musyawarah didalam, kita duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi untuk sama-sama kita kembalikan Citarum Harum,” pungkasnya.

Setelah musyawarah dilaksanakan di dalam Kantor Pemkot Cimahi bersama diantaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Asisten 2 Pemkot Cimahi, Badan Kesbang. Massa peserta aksi beserta para pejabat Pemkot Cimahi tersebut meluncur ke Jalan Leuwigajah.

Pertama yang dilaksanakan adalah melakukan sidak ke Sungai Cibabat. Menariknya, saat dimasukan belut ke sungai tersebut, tidak lama kemudian belut-belut itu mati.

Selanjutnya sama-sama meninjau pabrik, sasarannya adalah PT Ayoetex. Disini, Totong Solehudin yang mewakili Pemkot melihat langsung saluran limbah dan intake air yang digunakan oleh perusahaan itu. [St]

Comments

comments