Sungai Citarum Mulai Dikeruk

oleh
Sungai Citarum Mulai Dikeruk

SOROTINDONESIA.COM, Kabupaten Bandung,- Sungai Citarum kini mulai dilakukan pengerukan kembali dari pendangkalan dan penyempitan akibat menumpuknya tanah endapan/sedimentasi. Sedikitnya 5 alat berat dikerahkan untuk mengangkat tanah dari dalam Sungai Citarum di wilayah kerja Satgas Citarum Harum dan diangkut ke luar sungai.

Pantauan sorotindonesia.com di Jembatan Cikarees yang merupakan wilayah Sektor VI Satgas Citarum, tampak 3 alat berat jenis backhoe terus menggali tanah dari dalam sungai dan dilimpahkan ke dump truck yang datang secara bergiliran didepan Oxbow.

Ditemui awak media dilokasi kegiatan, Dansektor VI Satgas Citarum Kolonel Inf Yudi Zanibar menjelaskan, “Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari perintah Pangdam III/Siliwangi yang pada sekitar satu bulan yang lalu melintas disini dan melihat permukaan sungai sangat dangkal,” ungkap Dansektor.

“Kemudian kami bawa ke rapat di Kemenko Maritim, dan disampaikan bahwa bertepatan saat ini sedang musim kemarau, sebaiknya Sungai Citarum dilakukan pengerukan. Tujuannya minimal bisa membantu mengurangi dampak ketinggian banjir yang kerap dialami masyarakat saat musim penghujan,” jelas Dansektor. “Setelah itu dari BBWS menerjunkan sejumlah alat beratnya, 2 ditempatkan di Sektor VI dan di tiap-tiap sektor lainnya,” tambahnya.

Namun lebih lanjut diterangkan oleh Dansektor, “Karena sungai disini cukup lebar, ada keterbatasan jangkauan arm dari alat berat untuk mengeruk sedimentasi dari bagian tengah untuk dibawa ke bibir sungai, sehingga kami meminta bantuan alat ke pihak PJT II berupa backhoe dan ponton agar sedimentasi bisa dikeruk dari bagian tengah ke samping dan dari samping baru dibuang,” terangnya.

“Waktu pengerjaan diperkirakan akan panjang, karena ada bagian sisi sungai disini yang telah tertutup sedimentasi hampir seluas lapangan sepakbola,” ucap Dansektor sambil tersenyum. “Jadi, ada bayangan kenapa sering terjadi banjir, karena dangkalnya Sungai Citarum dan kondisinya menyempit,” ujar Dansektor lagi. “Maka dari itu, ikhtiar kami adalah mengangkat tanah endapan tersebut dan dibuang, tidak boleh lagi ditaruh di pinggiran sungai,” tegasnya.

Ditanya oleh wartawan seberapa panjang sungai yang akan dikeruk di wilayah Sektor VI, dijawab oleh Dansektor, “Panjangnya sekitar 2 Km, sampai dengan pertemuan antara Sungai Citarum dan Sungai Cikapundung,” jawabnya.

Harapan Dansektor, endapan yang diangkat dari sungai adalah sedalam dua meter. “Setidaknya bisa dikeruk sampai kedalaman minimal dua meter,” harap Dansektor.

Kendala Membuang Tanah Hasil Pengerukan

Persoalan lain yang dialami oleh Dansektor pada pengerjaan ini, adalah tempat pembuangan tanah hasil pengerukan. Oleh karena itu pihaknya mempersilahkan kepada warga yang sekiranya membutuhkan. “Yang memerlukan tanah hasil pengerukan disini, silahkan diambil, asalkan bawa sendiri angkutannya,” tutur Dansektor VI Kolonel Inf Yudi Zanibar.

“Karena ini adalah karya bhakti kami antara Kodam III/Siliwangi di sektor, BBWS dan PJT II,” ucapnya. “Sementara ini tanah hasil pengerukan dibuang ke wilayah sekitar pabrik yang kondisinya berongga, ada sekitar 4 hektar. Dan tanah yang kondisinya bagus ditempatkan di tanah wakaf untuk makam disekitar wilayah sini seluas lebih kurang 1 hektar. Lainnya diambil oleh warga yang membutuhkan dengan catatan membawa angkutannya sendiri,” tambahnya.

Ditanya terkait kendala lainnya, Dansektor berharap selama pelaksanaan kegiatan tidak terjadi hujan deras yang terus menerus, yang bisa menggiring tanah endapan hasil pengerukan kembali lagi masuk ke dalam sungai.

“Mohon doa dan restu dari warga masyarakat agar kegiatan ini berjalan dengan lancar,” pungkas Kolonel Inf Yudi Zanibar. [St]

Dansektor 6 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf Yudi Zanibar, saat memberikan keterangannya kepada awak media disela kegiatan pengerukan Sungai Citarum wilayah Cikarees, Jumat (7/9/2018).
Dansektor 6 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf Yudi Zanibar, saat memberikan keterangannya kepada awak media disela kegiatan pengerukan Sungai Citarum wilayah Cikarees, Jumat (7/9/2018).

Comments

comments