Sungai Citarum Harus Menjadi Kekuatan Baru

oleh
Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menyampaikan pernyataannya tentang Sungai Citarum saat berkunjung ke Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung.
Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko selaku Ketua HKTI saat mengunjungi kebun kopi Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Selasa (29/5/2018).

BANDUNG,- Program Citarum Harum yang awalnya dicanangkan kepada masyarakat oleh Pangdam Siliwangi kala itu, Doni Monardo, pada akhir November 2017 lalu, kini telah memasuki babak baru dengan turunnya Perpres Nomor 15 tahun 2018 terkait dengan percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan Daerah Sungai Citarum.

Ditemui oleh awak media saat kunjungannya ke kebun kopi Puntang, Kabupaten Bandung, Kepala Staf Kepresidenan RI Jend. TNI (Purn) Moeldoko, menjelaskan, “Intinya Pak Doni (Letjen TNI Doni Monardo) walau sudah di Wantannas, saat kemarin lapor kepada saya, masih concern terhadap Sungai Citarum,” ujarnya. Selasa (29/5/2018).

“Seperti yang disinggung dalam sidang kabinet kemarin, negara, kementerian, dalam konteks izin sudah sangat ketat dalam hal izin lingkungan. Tetapi kenapa dalam pelaksanaannya ternyata masih banyak orang-orang yang tidak bertanggungjawab membuang limbah seenaknya. Jadi sedang kita evaluasi untuk perbaikan kedepan,” kata Panglima TNI pada era tahun 2013 hingga 2015 dan juga menjabat Pangdam Siliwangi tahun 2010 lalu ini.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Moeldoko, “Pemerintah memiliki concern yang sangat tinggi terhadap DAS Citarum ini, segera kita melakukan rehabilitasi. Dalam sidang itu dipikirkan bagaimana rehabilitasi terhadap lahan yang relatif gundul di bagian atas atau hulu, bahkan lahan yang dipinggiran Sungai Citarum itu perlu ditanami pohon-pohon keras atau produktif sehingga masyarakat punya sesuatu dan semangat serta kesadaran yang baru untuk menanam daripada membuang sesuatu yang tidak bermanfaat,” jelasnya.

“Bagaimana kita meng-create sesuatu menjadi kekuatan baru di Sungai Citarum ini. Seperti mungkin membangun ekowisata,” harapnya.

Namun demikian diungkapkan oleh Moeldoko, “Ancaman di Citarum karena berbagai limbah ada disana, bagaimana Citarum menjadi sesuatu dan kekuatan baru bagi warga masyarakat, seperti untuk wisata,” ucapnya.

Dikatakan lagi oleh Moeldoko, “Kita harus tegas mengahadapi ancaman itu, karena berkaitan dengan masa depan anak-anak kita, masa depan Indonesia. Satu sisi pemerintah, presiden, berpikir bagaimana membangun masa depan Indonesia melalui goal-nya adalah generasi emas kedepan. Namun satu sisi ada kelompok-kelompok yang merusak lingkungan yang memiliki dampak negatif terhadap masa depan bangsa,” tegasnya.

Terkait dengan tindakan tegas yang diambil oleh jajaran Satgas Citarum Harum terhadap industri nakal yang masih kerap membuang limbahnya tanpa pengolahan yang memadai, “Kita harus kencang,” cetus Moeldoko.  “Kita harus bisa menjadikan Citarum sebagai kekuatan yang baru,” tandasnya. [St]

Comments

comments