Situ Cisanti Yang Cantik Kini Berseri Kembali

oleh
Situ Cisanti Kabupaten Bandung

BANDUNG,- Situ Cisanti yang merupakan Km 0 dari Sungai Citarum sepanjang 270 Km dan bermuara di Muara Gembong, Bekasi, sampai dengan periode akhir tahun 2017 lalu sebagiannya masih tertutup dengan gulma dan eceng gondok. Sesuai dengan perintah langsung Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo, sekitar 400 Prajurit Maung Siliwangi menyerbu Situ Cisanti pada penghujung bulan November 2017.

Kedatangan 400 Prajurit Maung Siliwangi tersebut tidak lain karena pada saat Pangdam III/Siliwangi melakukan peninjauan kondisi 7 Mata Air Purba pada tanggal 21 November 2017 lalu ke Situ Cisanti yang berada di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Situ berusia lebih kurang 12 juta tahun kondisinya sangat mengenaskan.

Kondisi di sekitar mata air tidak mendapat sentuhan perawatan yang baik, Situ dipenuhi dengan eceng gondok, ganggang merah, bahkan sampah plastik dapat dilihat di seluruh kawasan. Kondisi tersebut ditambah lagi dengan adanya para penjual makanan yang terkesan dibangun seadanya yang dapat dijumpai pada saat kita masuk dan menuruni anak tangga menuju Situ Cisanti.

Situ Cisanti medio bulan November 2017
Kondisi Situ Cisanti pada medio bulan November 2017

Pangdam Doni mengatakan “Wajar kalau Sungai Citarum kini dijuluki sebagai sungai terkotor di dunia, lha wong Km “0”-nya saja seperti ini. Ini tidak boleh dibiarkan, Prajurit Maung Siliwangi harus segera memperbaiki dan menjaga Situ Cisanti, karena air adalah sumber kehidupan,” tegas Pangdam.

Tapi kini situasi tersebut sudah berubah, pada saat kita memasuki gerbang awal pendopo Sawala, prajurit Siliwangi dengan gagahnya menyambut para pengunjung, para prajurit ini menjaga pintu masuk dengan ramahnya menyambut pengunjung yang datang tanpa perlu membayar biaya masuk. Setelah menuruni anak tangga pemandangan air Situ yang berwarna hijau bening langsung menyambut dan membuat sejuk mata yang memandang, bahkan beberapa perahu LCR yang digunakan oleh Prajurit Maung Siliwangi untuk membersihkan sampah permukaan danau tersusun rapi di pinggir danau.

Berjalan lebih kedalam akan ditemukan “dermaga cinta” sebagai salah satu spot yang menarik bagi pengunjung untuk berfoto ria dan disisi jauh tulisan KM “0” Citarum dengan warna yang cerah jelas terlihat dan bisa digunakan sebagai background foto.

Bila pandai mencari momen dan berjalan menyusuri sisi kanan danau pada pagi hari pukul 06.30, dengan menggunakan kamera kita akan dapat menangkap pantulan langit biru dengan awannya termasuk beberapa pohon menghiasi air Situ yang tenang tidak bergerak, bahkan tidaklah berlebihan bila Pangdam Doni mengatakan, “ Ngapain jauh – jauh foto di danau Swiss, Indonesia juga punya, namanya Situ Cisanti”.

Tapi jangan berhenti sampai disitu, bila melangkahkan kaki terus menuju Mata Air Utama, disana kita akan menemukan Mata Air Purba yang berusia 12 juta tahun, terlihat berwarna hijau kebiruan sampai kedasarnya. Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Penjaga Mata Air secara turun temurun “Kalau kita teliti, melihat disalah satu batang pohon yang tersandar didalam danau, ada bekas telapak kaki Prabu Siliwangi yang konon dulu sering bersemedi ditempat tersebut”.

Ya, kini Situ Cisanti yang cantik telah berseri kembali. [*]

Situ Cisanti

Comments

comments