Sidak Ke IPAL Pabrik PT Kawi Mekar Dan PT Indah Jaya, Dansektor 21 Satgas Citarum Cukup Puas

oleh
Sidak Ke IPAL Pabrik PT Kawi Mekar Dan PT Indah Jaya, Dansektor 21 Satgas Citarum Cukup Puas
Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengambil langsung sampel air hasil olahan limbah di IPAL PT Indah Jaya, Cimahi, Selasa (30/10/2018).

CIMAHI, sorotindonesia.com,- Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat tampak cukup puas dengan hasil sidaknya ke perusahaan produk tekstil PT Kawi Mekar dan PT Indah Jaya yang keduanya berlokasi di Jl. Mahar Martanegara, Kota Cimahi, Selasa (30/10/2018).

Kunjungan pertama Dansektor beserta jajaran Satgas Citarum Subsektor 21-13/Cimahi Selatan, adalah ke PT Kawi Mekar. Disini rombongan diterima oleh staf manajemen perusahaan, diantaranya Ferry (Manajer Produksi), Regina (Marketing), dan Kiky (Direktur). Setelah berbicang sejenak, Dansektor bersama staf manajemen mengecek IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) perusahaan tersebut.

Kolonel Yusep menyisir mulai dari proses produksi, inlet, hingga ke titik outlet tempat hasil olahan limbahnya dibuang ke aliran sungai.

“80 persen olahan limbah kami sudah di recycle dan masuk kembali ke proses produksi,” kata Ferry menjelaskan disela aktifitas Dansektor mengamati bak sedimen. Kemudian Dansektor menuju ke outlet hasil olahan limbah dan mengambil langsung sampel menggunakan botol plastik transparan, disaksikan oleh elemen masyarakat dari LSM PMPRI, staf manajemen perusahaan dan awak media, didampingi Danramil 0922/Cimahi selaku Dansubsektor 21-13 Mayor Inf Mamin Masturi.

Hasil olahan limbah PT Kawi Mekar tampak sudah cukup jernih. Namun Dansektor meminta agar pihak perusahaan membuat kolam berisi ikan mas atau ikan koi disamping outlet sebagai indikator.

Sidak Ke IPAL Pabrik PT Kawi Mekar Dan PT Indah Jaya, Dansektor 21 Satgas Citarum Cukup Puas
Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat saat mengecek hasil olahan limbah di outlet IPAL PT Kawi Mekar, Cimahi, Selasa (30/10/2018).

“Saya baru sekarang masuk ke perusahaan ini, karena memang selama saya ditugaskan untuk melihat hasil pembuangan limbah dari pabrik-pabrik, perusahaan ini tidak terdeteksi membuang limbah yang kotor. Menurut pemilik perusahaan ini, sudah 7 tahun hasil olahan limbahnya di recycle,” terang Dansektor Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

Ditambahkan oleh Dansektor, “Namun demikian, yang kita pahami adalah satu saat air ini akan dibuang keluar, karena hasil recycle ini tidak bisa digunakan terus menerus. Ada masa jenuhnya air recycle diganti oleh yang baru,” tambahnya.

“Oleh karena itu, tetap parameter kita untuk pabrik ini meski sudah melakukan recycle dan hasilnya tadi cukup baik, saya akan tetap menuntut untuk hasil olahan limbah ini aman saat dibuang keluar, yaitu dengan cara di outlet-nya dibuat kolam atau bak, dan dipelihara ikan mas atau ikan koi. Biar memudahkan saat pengecekan dan saat dibuang keluar pun kondisi airnya sudah clear untuk ekosistem diluar (pabrik),” tegas Dansektor.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat saat memberikan keterangan kepada wartawan didampingi oleh Direktur Produksi PT Kawi Mekar, Ferry, Selasa (30/10/2018).
Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat saat memberikan keterangan kepada wartawan didampingi oleh Direktur Produksi PT Kawi Mekar, Ferry (kanan), Selasa (30/10/2018).

Menanggapi hasil pengecekan oleh Dansektor, pihak perusahaan yang diwakili oleh Ferry mengungkapkan,”Kami sudah melakukan recycle limbah sudah sekitar 7 tahun, selama ini hasilnya cukup baik, beberapa bulan kemarin juga dari Satgas sudah memeriksa kesini,” kata Ferry.

Saat ditanya oleh wartawan apakah selama melakukan recycle ada cost produksi yang besar dan berpotensi merugikan, dijawab oleh Ferry, “Dengan pemakaian ulang hasil olahan limbah, tentunya kami tidak menggunakan air tanah, jadi tidak merugikan buat kami, untuk lingkungan juga jadi terbantu,” jawabnya.

Pengolahan limbah per hari, menurut Ferry, jumlahnya kisaran 200 sampai 250 meter kubik.

Untuk membuat kolam ikan sesuai keinginan Dansektor, dijawab lagi oleh Ferry, “Hari ini akan segera kami laksanakan,” ujarnya.

Seusai kegiatan pengecekan IPAL, Dansektor beserta jajaran melanjutkan kegiatan dengan meminta pihak perusahaan melalui pemiliknya, Bapak Chandra, untuk membuat surat pernyataan komitmen yang berisi agar perusahaan meningkatkan hasil olahan limbahnya dan tidak akan membuang hasil olahan limbah ke sungai dalam kondisi kotor.

PT Indah Jaya Sudah Penuhi Parameter Dansektor 21 Satgas Citarum

Seusai sidaknya ke PT Kawi Mekar, Dansektor 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat beserta jajaran meluncur ke PT Indah Jaya.

Disambut oleh Yuni (Factory Manager), Dansektor lalu mencermati proses produksi di perusahaan itu. Kemudian berlanjut ke IPAL sambil berbincang dengan bagian IPAL, Supri.

Dansektor bersama Dansubsektor 21-13 Mayor Inf Mamin Masturi mengelilingi sejenak proses IPAL, lalu menuju ke saluran pembuangan limbah dan outlet perusahaan pencelupan tersebut.

Disini tampak Dansektor cukup puas dengan hasil olahan limbah PT Indah Jaya. Selain sudah cukup jernih, juga sudah ada bak indikator di outlet yang berisi ikan mas hidup.

“Kita lihat sendiri hasil olahan limbahnya, sudah bening, dan di bak juga ada ikan hidup, saya pikir ini sudah bagus dan harus dipertahankan,” kata Dansektor sambil melirik ke Ibu Yuni dan disanggupi oleh Yuni dengan anggukan.

“Mudah-mudahan apa yang sudah diperbuat oleh perusahaan, akan bermanfaat nantinya bagi masyarakat,” harap Dansektor.

Ditambahkan lagi oleh Dansektor, “Perusahaan ini baru pertama kali saya kunjungi, tapi mungkin saat sosialisasi sudah memahami parameter yang yang kita tentukan. Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada PT Indah Jaya,” tambahnya.

“Selesai ini kita akan minta agar perusahaan membuat komitmen agar hasil olahan limbahnya bertahan seperti ini,” ujar Dansektor.

Kepada Direktur PT Indah Jaya, Hendra, Dansektor juga menekankan agar perusahaan konsisten dalam mengolah limbah, “Kita tidak mau pabrik-pabrik itu curi-curi buang limbah kotor lagi. Jika ingin kucing-kucingan, mari kita kucing-kucingan dengan Satgas selama 7 tahun. Karena kita bekerja tidak kenal waktu. Patroli itu kami lakukan dengan waktu yang acak,” tekan Dansektor.

Menanggapi sidak jajaran Sektor 21 Satgas Citarum ini, Hendra mengungkapkan, “Pengolahan limbah itu meningkatkan cost produksi, tapi sekarang kita harus mengikuti keinginan pemerintah melalui Perpres No. 15 tahun 2018. Kita menyesuaikannya dengan menaikan harga. Sejauh ini tidak ada masalah,” ucap Hendra yang perusahaannya per hari mengolah limbah hingga 300 meter kubik.

“Kami sudah merencanakan bulan Januari 2019 sudah menggunakan recycle, dan sekarang sudah dikerjakan,” ungkap Hendra.

Seusai pertemuan antara manajemen perusahaan PT Indah Jaya dengan jajaran Sektor 21 Satgas Citarum Subsektor Cimahi Selatan, dilanjutkan dengan pembuatan surat pernyataan komitmen yang ditandatangani oleh direktur PT Indah Jaya dan diketahui oleh Dansektor. [St]

Comments

comments