Siap Kerjasama Dengan Satgas Citarum, Cor Saluran Pembuangan Limbah PT Sariyunika Jaya Dan PT Tri Gunawan Dibuka

oleh

CIMAHI,- Saluran pembuangan limbah perusahaan produk tekstil PT Sariyunika Jaya dan PT Tri Gunawan di kawasan Jl. leuwigajah, Kota Cimahi, yang ditutup oleh Satgas Citarum Sektor 21 dengan cara dicor pada hari, Selasa (3/7/2018) lalu, karena kedapatan membuang limbah kotor ke aliran sungai, hari ini dibuka.

Pengecekan sebelum dibukanya saluran pembuangan limbah di dua pabrik ini langsung dipimpin oleh Dansektor 21 Satgas Citarum, Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

Kunjungan pertama Dansektor adalah ke PT Sariyunika Jaya. Sebelum konferensi pers, awak media, elemen masyarakat dan komunitas serta dari perwakilan warga meninjau langsung IPAL dan hasil pengolahan limbah perusahaan tersebut. Tampak kondisi lingkungan IPAL belum banyak perubahan, hanya saja limbah yang diolah hasilnya jauh menjadi lebih baik dan jernih dibandingkan saat dilakukan pengecoran.

Dipesankan oleh Dansektor Kolonel Inf Yusep Sudrajat dihadapan awak media dan manajemen PT Sariyunika Jaya, “Pabrik-pabrik yang suka membuang limbah kotor ke DAS Citarum, segera mengelola IPAL-nya dengan baik. Kalau tidak, ditindaki secara paksa seperti itu (penutupan saluran pembuangan limbah),” kata Yusep saat mulai berbicara di acara konferensi pers yang dihadiri oleh pemilik perusahaan, Oey Han Bing beserta staf di salasatu ruang rapat PT Sariyunika Jaya, Senin (9/7/2018).

“Saya lihat sewaktu ada Menko dan Gubernur bersama pengusaha, buat komitmen untuk mendukung percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum, ternyata sebagian pengusaha hanya bilang ya dimulut saja. Tapi dilapangan masih buang limbah kotor terus. Sehingga saya sebagai Dansektor berdasarkan Perpres No. 15 tahun 2018, berkewajiban untuk mempercepat mengembalikan ekosistem di DAS Citarum. Kedua, Dansektor berhak melokalisir sumber-sumber pencemaran. Salasatu sumbernya adalah pabrik yang masih membuang limbah kotor tersebut. Jadi, bukan kami sewenang-wenang, tapi tindakan melokalisir sumber pencemaran ada di Perpres itu. Dengan demikian, maka kami yang mendapati waktu itu perusahaan Sariyunika Jaya membuang limbah kotor, saluran pembuangan limbahnya kami tutup agar tidak mencemari sungai,” urai Yusep.

Ditambahkan oleh Dansektor, “Selama seminggu ini perusahaan bapak sudah berbuat, dan saya paham pada prosesnya akan mengganggu produksi dan mungkin menimbulkan kerugian. Tapi perlu dipahami bahwa kerugian itu kalau dibandingkan dengan kerugian yang dialami negara dan masyarakat selama ini akibat lingkungan yang tercemar, kerugian yang dialami perusahaan bapak masih belum sebanding,” tegas Yusep.

Pada giliran berbicaranya, Oey Han Bing lebih menekankan kepada jajaran staf untuk lebih memperhatikan limbah yang diproduksi perusahaan tersebut. “Saya mengingatkan kepada jajaran di Sariyunika Jaya (Saritex) ini, agar lebih memperhatikan, untuk kepentingan bersama. Mendukung lingkungan dan Citarum Harum,” ujarnya singkat.

Dijelaskan oleh Lukman, konsultan yang baru direkrut oleh PT Sariyunika Jaya untuk mengoptimalkan pengelolaan IPAL, “Sejauh ini yang sudah kami lakukan adalah di pengendapan kimia dan membuat sistem filtrasi. Jadi bila ada lumpur limbah yang terbawa, bisa terabsorbsi dalam sistem tersebut. Kebetulan limbah kita limbah polyester, sehingga tingkat kekeruhannya tidak terlalu tinggi. Ada tiga progress yang dilakukan, pertama, perbaikan pengadukan di formula, kedua, kita memperbaiki sedimentasi dan yang ketiga adalah memasang sistem filtrasi,” jelasnya.

Terakhir, Kolonel Inf Yusep Sudrajat memberikan catatan-catatan kepada pihak perusahaan untuk memperbaiki dan melengkapi lingkungan bangunan IPAL PT Sariyunika Jaya seraya mengucapkan terimakasih kepada pihak perusahaan yang mau bekerjasama dengan Satgas Citarum dengan memperbaiki pengelolaan limbahnya.

PT Tri Gunawan Komitmen Lakukan Perbaikan Pengelolaan IPAL dan Penataan Saluran Limbah

Setelah mengunjungi PT Sariyunika Jaya, Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengunjungi PT Tri Gunawan untuk memantau progress dari perusahaan tersebut. PT Tri Gunawan saat dilakukan penutupan saluran pembuangan limbahnya pada tanggal 3 Juli 2018 lalu sempat berkilah bahwa pihak perusahaan melalui staf umum-nya, Jaenal, sudah membuang limbahnya yang bersih. Namun setelah ditunggu beberapa saat, limbah yang keluar ke aliran pembuangan berubah warna. Dan setelah ditelusuri lebih lanjut, perusahaan ini memiliki saluran yang kompleks yang diantaranya ditengarai sebagai saluran “siluman” untuk membuang limbah.

Namun kini, kualitas air limbah dari PT Tri Gunawan sudah menjadi lebih jernih dan seragam. “Kami sudah memperbaiki sistem filtrasi,” ujar Jaenal. “Saluran air yang dianggap sebagai saluran pembuangan limbah juga sudah kami pisahkan. Selain itu kami akan menambah bak filter,” tambahnya. Pemisahan saluran drainase buangan air hujan dan kamar mandi dengan saluran limbah dilakukan untuk memudahkan pengecekan.

Andrew Sutomo, pemilik pabrik PT Tri Gunawan dikesempatan yang sama mengungkapkan, “Sejak lubang saluran limbahnya ditutup, langsung menginstruksikan bagian pengolahan IPAL dan konsultan IPAL segera mengevaluasi yang menjadi penyebab limbah yang dikeluarkan belum maksimal, diantaranya dengan melakukan pembersihan bak filtrasi dan limbah akan di back wash ulang ke inlet equalisasi, juga adanya perubahan terhadap chemical yang digunakan dalam proses kimia,” ungkapnya.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat dikesempatan itu juga berterimakasih kepada pihak perusahaan yang mau bekerjasama dengan Satgas Citarum. Namun ia mengingatkan, meski penutupan saluran limbah telah dibuka, jika ditemukan kembali oleh patroli jajaran Satgas Citarum atau berdasarkan laporan masyarakat membuang limbah kotor ke parit, maka pihaknya tidak segan untuk menutupnya kembali, “Mungkin dibukanya lagi akan lama,” kata Yusep.

Kolonel Inf Yusep Sudrajat saat wawancaranya dengan wartawan memberikan apresiasi terhadap perusahaan-perusahaan yang sanggup memperbaiki kualitas limbahnya dalam jangka waktu relatif cukup singkat. “Ternyata dalam waktu 7 sampai 8 hari mereka sanggup memperbaiki. Kita tinggal sama-sama awasi,” tutup Yusep. [St]

Comments

comments