Si Kabayan Citarum Harum Kecewa Pada Ridwan Kamil

oleh -
Momen kebersamaan jajaran TNI Satgas Citarum, anggota Polri, aparatur pemerintahan, elemen warga masyarakat dan awak media dalam satu kegiatan.

BANDUNG,-  Pernyataan yang dianggap plin plan dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyikapi kondisi Program Citarum Harum yang disebutnya kurang berhasil dan tidak ada kekompakan yang diungkapkannya lewat sejumlah media beberapa waktu lalu, menuai kekecewaan dari berbagai elemen masyarakat yang saat ini sudah ikut berjuang bahu membahu untuk menyukseskan program tersebut.

Kali ini kekecewaan mendalam datang dari seorang seniman dan budayawan, Tisna Sanjaya, yang didaulat menjadi ikon Si Kabayan kala pencanangan Citarum Harum satu komando oleh Letjen TNI Doni Monardo di Kertasari, Kabupaten Bandung, yang saat itu masih menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi.

Si Kabayan Citarum Harum, Tisna Sanjaya.
Si Kabayan Citarum Harum, Tisna Sanjaya.[Foto: Dok. Istimewa]
“Saya dan teman-teman seniman lainnya keur semangat ka Citarum, banyak rencana buat 2019 untuk Citarum. Ku pernyataan kieu jadi haroream. Kang Emil (Ridwan Kamil) teu ngahargaan pisan,” kata Tisna dalam sebuah ungkapan sikapnya menanggapi pernyataan Ridwan Kamil tentang Citarum Harum, Rabu (2/1/2019).

Menurut Tisna, pernyataan Ridwan Kamil blunder. Sebagai seorang Gubernur Jabar yang baru beberapa bulan dilantik, seharusnya berterimakasih dan ikut bekerja langsung, lebur atas apa yang sedang dikerjakan oleh upaya-upaya Jokowi untuk Citarum, yang mangkrah di era Aher.

“Emil sudah mengeluarkan pernyataan tidak kondusif. Padahal Presiden, stafnya, aparat pemerintah serta warga sedang giat-giatnya bekerja untuk penataan Citarum. Jika dalam proses sekarang masih ada koordinasi yang kurang lancar antar institusi atau kelompok-kelompok, pegiat lingkungan, aparat dan seterusnya, justru harus lebih hati-hati untuk menyampaikan pernyataan di media,” ujar Tisna mengkritisi.

Penataan Sungai Citarum, sambung Tisna Sanjaya, memiliki masalah yang sangat kompleks, ragam kepentingan dan masalah birokrasi, budaya, karakter warga, bisnis hingga politik.

“Jika pernyataan pemimpin ungkapannya vulgar, sembarangan berucap ditengah-tengah warga dan terutama TNI yang sangat giat membersihkan sungai dan lingkungan Citarum, maka spirit kerja gotong royong, tradisi silih bantuan, asih asah asuh keur lemah cai urang bakal mangkrak deui seperti yang sudah-sudah,” keluhnya.

“Pemimpin harus ekstra hati-hati, merenungkan sikon sebelum berucap dan bertindak, sebab yang dihadapi selain secara fisik cai Citarum nu kiruh, juga sikon sosial tahun politik yang sedang dalam proses penataan menuju budaya demokrasi yang damai, tidak dengan cara pilihan ungkapan yang bisa membuat konflik,” pungkasnya.

Tisna Sanjaya sendiri sejauh ini telah ikut terjun dan bersumbangsih karya untuk Citarum Harum, salasatunya pernah melukis mural di area Jembatan Biru, Bojongsoang, bersama Ridwan Kamil saat pertama kali Ridwan Kamil berkunjung ke Sungai Citarum selaku Dansatgas Citarum Harum pada bulan Oktober 2018 lalu.[*]

Comments

comments