Setelah Sempat Disidak, Kini Limbah PT Cemara Agung Sudah Bening

oleh
Setelah Sempat Disidak, Kini Limbah PT Cemara Agung Sudah Bening

SOROTINDONESIA.COM, Cicalengka,- Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat bersama jajaran Subsektor Cicalengka melaksanakan giat pengecekan ulang IPAL PT Cemara Agung, Jalan Raya Cicalengka, Kabupaten Bandung, Senin (8/10/2018).

Setibanya ke perusahaan tersebut, Dansektor langsung menuju ke IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) didampingi oleh Direktur PT Cemara Agung, Bonny Oeij dan staf manajemen.

Pengecekan IPAL perusahaan tekstil PT Cemara Agung, Cicalengka, oleh Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat
Pengecekan IPAL perusahaan tekstil PT Cemara Agung, Cicalengka, oleh Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, Senin (8/10/2018) siang. [Foto: Sorot Indonesia | Stanley]
Mengamati sejenak ke tempat proses IPAL dan ke kolam ikan di bak indikator outlet yang berisi ikan mas dan ikan koi, Dansektor 21 kemudian mengambil sampel hasil pengolahan limbah itu ke dalam botol air minum dalam kemasan.  Tampak air hasil olahan limbah tersebut sudah bening, dibandingkan pada saat pengecekan awal oleh Kolonel Inf Yusep pada tanggal 24 September 2018 lalu.

“Dua minggu yang lalu kita sidak kesini, sebetulnya ikan sudah hidup (di bak indikator outlet), hanya saja warna airnya kurang bening, masih sedikit berwarna,” terang Kolonel Yusep mengawali wawancaranya seusai pengecekan IPAL dan air hasil olahan limbah.

“Waktu itu kita kasih waktu kurang lebih dua minggu, sekarang kita cek lagi, hasilnya sudah bening seperti ini,” kata Dansektor sambil menunjukkan sampel yang diambilnya langsung dari outlet IPAL.

Dilanjutkan oleh Dansektor, “Ini merupakan upaya dari pemilik pabrik yang berkomitmen untuk membantu Satgas Citarum Harum, mempercepat proses pengembalian ekosistem yang ada di DAS Citarum sesuai amanat Perpres No. 15 tahun 2018,” ujarnya.

Tidak ketinggalan Dansektor mengucapkan terimakasih atas upaya pihak perusahaan, “Saya paham perusahaan mengeluarkan cost yang lebih besar, tapi itulah komitmen dari perusahaan untuk menjaga kebersihan lingkungan disekitarnya. Saya selaku Dansektor mengucapkan terimakasih atas upayanya ini,” ucap Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

Dikesempatan yang sama, Bonny Oeij selaku Direktur PT Cemara Agung mengatakan, “Dari awal kami jalan pabrik, sudah berkomitmen limbah kami masuk dalam baku mutu dan ikan hidup. Namun masalahnya saat sidak yang lalu, air kurang jernih. Jadi, dalam dua minggu ini kami perbaiki terus dan kita tingkatkan lagi sehingga hasilnya sekarang sudah jernih dibanding semula,” jelasnya.

“Kami komitmen untuk Citarum Harum ini,” ujar Bonny.

Diterangkan lebih lanjut olehnya, “Untuk menjadi jernih, selama ini kita fokus di treatment, setiap hari kita cek supaya semakin stabil. Itu yang kami perhatikan,” ungkapnya.

Seusai kegiatan pengecekan, dilanjutkan dengan penandatanganan surat pernyataan yang dibuat pleh PT Cemara Agung. Isinya antara lain wajib menjaga kondisi hasil olahan limbahnya. [St]

Surat pernyataan yang dibuat oleh Direktur PT Cemara Agung, Bonny Oeij, yang diserahkan kepada Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, Senin (8/10/2018).

Comments

comments